Berita AUM

Jelajahi Sisa Erupsi Merapi, MIM Kauman Pekalongan Dorong Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

muhammadiyahpekalongan.or.id | Menumbuhkan kesadaran tanggap darurat menjadi misi utama dalam agenda wisata edukasi MIM Kauman Pekalongan ke Kota Gudeg pada Rabu–Kamis (10–11/6/2026). Dengan mengunjungi Museum Sisa Hartaku dan Museum Gunung Merapi, ratusan siswa kelas V A, B, dan C madrasah tersebut diajak menyaksikan langsung bukti otentik dahsyatnya erupsi tahun 2010 sekaligus mendalami teknologi pemantauan aktivitas gunung berapi.

​Rombongan yang didampingi oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, wali kelas, serta jajaran guru pendamping ini bertolak dari Pekalongan menggunakan bus pariwisata. Menggeser stigma liburan konvensional, madrasah sengaja memilih kawasan lereng Merapi sebagai laboratorium lapangan berskala besar untuk memperdalam materi sains, geografi, dan kebencanaan.

​Laboratorium hidup pertama yang dikunjungi adalah Museum Sisa Hartaku. Di lokasi ini, para siswa tertegun saat melihat jam dinding yang berhenti tepat waktu di momen erupsi, peralatan rumah tangga yang leleh diterjang awan panas (wedhus gembel), hingga kerangka hewan ternak. Melalui bukti-bukti ini, para siswa belajar langsung mengenai pentingnya mitigasi bencana dan ketangguhan masyarakat lokal dalam bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga  Wujudkan Pendidikan Berkualitas, Kepala TK Aisyiyah Tambakroto Ukir Prestasi di Tingkat Kabupaten

​Menguji Adrenalin dan Membedah Aktivitas Vulkanik

​Sisi edukasi yang menantang berlanjut saat para siswa menaiki armada jeep wisata menyusuri jalur aliran lava menuju Bukit Triangulasi. Dari titik pandang strategis ini, para siswa mendengarkan pemaparan guru mengenai kondisi geografis Merapi, sebelum akhirnya memacu adrenalin menerjang jalur sungai yang menantang namun tetap aman.

​Wawasan vulkanologi siswa semakin diperdalam di destinasi kedua, yakni Museum Gunung Merapi. Bangunan ikonik ini menyajikan miniatur interaktif, alat pemantauan gunung api, hingga ruang audio visual. Di ruangan tersebut, para siswa mendapatkan pengalaman batin yang berharga melalui simulasi suasana menegangkan sesaat sebelum erupsi terjadi, yang melatih kepekaan dan kesiapsiagaan bencana MIM Kauman Pekalongan di masa depan.

​Kepala MIM Kauman, Muhammad Sukron, S.Pd.I., menegaskan bahwa metode belajar di luar kelas (outdoor learning) memiliki efektivitas yang jauh lebih tinggi dalam membangun cara berpikir anak.

Baca Juga  Hadiri Dialog di UMPP, Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti Paparkan Strategi Ciptakan Sekolah Aman dan Bermartabat

​”Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga belajar secara langsung dari lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan, menumbuhkan rasa syukur atas ciptaan Allah SWT, serta mempererat kebersamaan seluruh warga madrasah,” papar Muhammad Sukron.

​Pelepas Penat di Ibarbo Park

​Menutup perjalanan panjang yang sarat ilmu, rombongan siswa diajak menyegarkan pikiran di Ibarbo Park. Taman rekreasi keluarga ini menjadi tempat bagi siswa seperti Almira Khayla Adibah untuk meluapkan keceriaannya. Suasana malam hari kian semarak saat para siswa dimanjakan dengan parade hiburan dan fenomena unik berupa hujan salju buatan.

​”Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar banyak hal tentang sejarah erupsi Merapi dan mitigasi bencana, sekaligus menikmati pengalaman wisata yang menyenangkan. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh kebahagiaan,” pungkas Muhammad Mirza, S.Pd., selaku perwakilan wali kelas V.

Baca Juga  Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Pekalongan, KH. Taufik Hartono Bagikan Resep Sukses Mbah Trimo

​Rombongan akhirnya bertolak kembali menuju Pekalongan membawa sejuta kenangan, pengetahuan geologis yang matang, serta kesadaran penting tentang bagaimana manusia harus bersahabat dan tanggap terhadap alam di sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button