Berita

Gurihnya Bisnis UMKM Umat: El-Chicken Lazismu Pekalongan Lulus Uji Cita Rasa Para Amil

muhammadiyahpekalongan.or.id | ​KAJEN – “El-Chicken ini enak rasanya, renyah. Sambalnya mantap, nendang!” Celetukan spontan para peserta Refreshing Pelatihan Keuangan Lazismu Kabupaten Pekalongan menjadi cerminan keberhasilan program ZIS produktif Lazismu Pekalongan. Di balik piring makan siang para amil, tersaji bukti konkret bagaimana dana filantropi Islam berhasil dikembangkan menjadi unit usaha kuliner yang prospektif dan lezat, Kamis (30/7/2026).

​Suasana istirahat siang di Aula BTM Pekalongan, Jalan Pahlawan, Gejlik, Kajen tersebut mendadak penuh keakraban. Di tengah pembahasan materi tata kelola akuntansi yang ketat dan presisi, kehadiran ayam krispi El Chicken Pekalongan sebagai hidangan makan siang memberikan pembuktian langsung di lapangan.

​Pengakuan akan cita rasa produk ini disampaikan oleh para praktisi filantropi dari berbagai wilayah. Rosyidin, Fundraiser Lazismu Kantor Layanan Puri, memuji tekstur daging dan tepungnya yang renyah. Senada dengan itu, Muhammad Naufal dari Kantor Layanan Kedungwuni menyoroti kekhasan racikan sambalnya yang menggugah selera.

Baca Juga  SMK Muhamka Raih Juara Umum Lomba PMR Tingkat Jawa Tengah

​Strategi Hulu ke Hilir: Target 10 Gerai Baru di 2026

​Respons positif terhadap rasa produk ini menjadi modal penting bagi Lazismu Kabupaten Pekalongan. Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menjelaskan bahwa El-Chicken merupakan salah satu dari empat program unggulan yang dirancang untuk membuka lapangan kerja, khususnya bagi kelompok perempuan, guru Muhammadiyah, serta masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi.

​Lazismu tidak sekadar memberikan bantuan modal awal, melainkan membangun ekosistem bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir. Mitra usaha akan mendapatkan paket pendampingan intensif, penyediaan peralatan, penguatan manajemen, hingga strategi pemasaran.

​”Sepanjang tahun 2026, kami menargetkan pembukaan 10 gerai baru di wilayah Kabupaten Pekalongan. Tahapan pelatihan intensif sudah berjalan sejak Juni, dilanjutkan persiapan teknis distribusi peralatan pada Juli, dan target operasional seluruh gerai serentak dimulai Agustus 2026,” ujar Sutiknyo.

Baca Juga  "Plataran Pekajangan" Resmi Dibuka: Destinasi Kuliner Modern Baru di Pekalongan

​Transparansi dan Penguatan Ekonomi Umat

​Sutiknyo menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan pemberdayaan ekonomi umat ini tidak hanya dihitung dari banyaknya gerai yang berdiri, tetapi juga dari sistem pengelolaan usaha yang transparan, akuntabel, dan profesional.

​”El-Chicken harus menjadi ekosistem yang besar. Kami berkomitmen membangun sistem yang transparan agar kepercayaan muzaki dan masyarakat terus terjaga,” tambahnya.

​Melalui santap siang yang sederhana namun penuh makna ini, para amil Lazismu se-Kabupaten Pekalongan tidak hanya membawa pulang ilmu akuntansi dan laporan keuangan, tetapi juga menyaksikan sendiri bagaimana dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bertransformasi menjadi peluang usaha nyata yang menguatkan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Kontributor : Asmawi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button