Berita AUM

Perkuat Karakter Akademika, KH. Mardi Raharjo Bedah 5 Fondasi Islam Berkemajuan di Kajian AIK UMPP

muhammadiyahpekalongan.or.id | KAJEN – Meneguhkan komitmen sebagai perguruan tinggi pencetak kader berkemajuan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menggelar penanaman nilai ke-Islam-an dan ke-Muhammadiyahan. Lewat forum rutin Kajian AIK UMPP, seluruh dosen dan tenaga kependidikan diajak membedah secara mendalam lima fondasi utama pilar gerakan Islam berkemajuan di Masjid Raya Al Khuzaemah, kompleks Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM), Jumat (31/7/2026).

​Agenda rutin yang diselenggarakan oleh pimpinan civitas akademika ini menghadirkan Pimpinan Daerah Muhamamdiyah (PDM) Kabupaten Pekalongam, Drs. KH. Mardi Raharjo, sebagai penceramah utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya bagi seluruh elemen civitas UMPP untuk memperkuat pemahaman keislaman yang murni dan bersumber langsung dari Al-Qur’an serta As-Sunnah.

Lima Pilar Fondasi Gerakan Muhammadiyah

​Di hadapan ratusan dosen dan tenaga kependidikan (tendik), KH. Mardi Raharjo memaparkan lima fondasi strategis yang harus menjadi pijakan hidup dan etos kerja warga persyarikatan di lingkungan perguruan tinggi:

  1. Menegakkan Tauhid yang Murni: Tauhid tidak sebatas diyakini dalam hati, melainkan harus mengejawantahkan dalam pola pikir, cara bersikap, dan muatan aksi sehari-hari.
  2. Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah: Mengedepankan ijtihad dan tajdid untuk senantiasa menghidupkan pesan kitab suci dalam menjawab dinamika zaman.
  3. Melembagakan Amal Saleh yang Fungsional: Mengubah wawasan keagamaan menjadi bentuk nyata yang solutif bagi problem sosial masyarakat.
  4. Berorientasi Masa Depan: Terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial tanpa mengorbankan nilai-nilai syariat.
  5. Membangun Sikap Moderat (Wasathiyah): Bersikap inklusif, toleran, dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai elemen demi mewujudkan rahmatan lil ‘alamin.
Baca Juga  SMK Muhammadiyah Bligo Berupaya Tangkal Corona

​”Konsep Islam Berkemajuan Muhammadiyah tidak berhenti pada tataran pemahaman teologis semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Tauhid yang murni adalah fondasi utamanya,” tegas KH. Mardi Raharjo.

Meluruskan Praktik Keagamaan dan Edukasi Tauhid

​Secara khusus, KH. Mardi Raharjo memberikan penekanan pada aspek pemurnian tauhid dengan mengambil contoh praktik ziarah kubur. Ia mengingatkan agar tradisi ziarah tidak menyimpang dari tuntunan syariat.

​Ia menjelaskan bahwa ziarah kubur pada dasarnya merupakan amalan yang disunnahkan untuk mengingat kematian dan mendoakan almarhum. Namun, meminta hajat, posisi jabatan, atau kekayaan kepada penghuni kubur merupakan tindakan yang merusak tauhid. Pencerahan ini sejalan dengan garis tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang menegaskan bahwa permohonan pertolongan mutlak hanya ditujukan kepada Allah SWT.

Menuju Kampus Pencerahan dan Kemajuan

​Di akhir kajian, ia mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan untuk mentransformasikan ilmu keagamaan yang dimiliki menjadi karya nyata. Integrasi antara dakwah, riset ilmiah, dan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus diharapkan menjadi mesin penggerak kemajuan sosial.

Baca Juga  Semarak Milad ke-113, Muhammadiyah Bojong Akan Adakan Tabligh Akbar hingga Hadiah Sepeda Motor

​Melalui penyelenggaraan Kajian AIK yang berkelanjutan ini, UMPP berkomitmen untuk melahirkan lulusan dan tenaga pendidik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh sebagai agen pencerahan bagi kemaslahatan masyarakat luas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button