Artikel

Sejarah Berdirinya Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dororejo, Kecamatan Doro – Pekalongan  

muhammadiyahpekalongan.or.id – Lahirnya PRM Dororejo merupakan wujud nyata semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Melalui perjalanan panjang, ranting ini berkembang dari bagian kolektif hingga menjadi entitas mandiri yang progresif.

 

1. Masa Perintisan (2000–2010)

Sekitar tahun 2000, PRM Dororejo resmi dibentuk. Pada masa awal, kepemimpinan dipercayakan kepada:

– Ketua: H. Fathoni

– Sekretaris: Slamet Sugeng

 

Selama dua periode awal, PRM Dororejo belum sepenuhnya otonom. Aktivitas dakwah dan organisasi masih menginduk pada PRM Doro Kota (PRM Doro Raya), yang saat itu merupakan gabungan dari PRM Doro, PRM Dororejo, dan PRM Wringinagung.

 

2. Masa Kemandirian (2010)

Titik balik terjadi pada tahun 2010. Demi memperluas jangkauan dakwah di tingkat lokal, PRM Dororejo memutuskan untuk berdiri sendiri, terpisah dari PRM Doro Raya.

Baca Juga  Purbaya Effect: Bukti Bangkitnya Ekonomi atau Sinyal Gelembung Baru di Pasar Modal Indonesia?

 

Langkah ini dikukuhkan melalui Musyawarah Ranting (MusRan) perdana yang dilaksanakan secara mandiri, baik untuk Muhammadiyah maupun Aisyiyah. Pasca kemandirian, dakwah semakin aktif melalui metode door-to-door dengan pengajian dari rumah ke rumah yang dikenal sebagai Pengajian JAWARA.

 

3. Era Ekspansi dan Pengelolaan AUM

Seiring terbitnya Surat Keputusan (SK) baru dari PCM Doro di bawah kepemimpinan Ust. Amsorin, SE, PRM Dororejo mendapat amanah besar. Karena di wilayah Sawangan belum ada ranting definitif, PRM Dororejo dipercaya mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berupa RTQ (Rumah Tahfidz Qur’an) Ibnu Abbas Sawangan.

 

4. Struktur Kepemimpinan Saat Ini

Kini PRM Dororejo dipimpin oleh kolaborasi tokoh muda dan kader berpengalaman dengan visi “Dororejo Berkemajuan”. Susunan pimpinan adalah:

 

| Jabatan | Nama Pengurus |

| Ketua | Muh Islah Fahrudin (Tokoh Pemuda Muhammadiyah Pekajangan) |

| Sekretaris| Slamet Sugeng (Sekretaris awal sekaligus tokoh kunci pendirian) |

Baca Juga  Pijat Bayi: Bermanfaat atau Berbahaya?

| Bendahara | Dwi Septiyanto |

 

Penutup

Sejarah PRM Dororejo menunjukkan bagaimana semangat dakwah mampu berkembang dari perintisan sederhana hingga menjadi organisasi mandiri yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. Perjuangan para pendiri dan kader awal menjadi fondasi penting bagi generasi penerus untuk terus mengembangkan dakwah Islam berkemajuan di Dororejo.

 

Sumber Informasi: Slamet Sugeng

Penulis: Sanyoto (MPI News Doro)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button