Berita AUMBerita Cabang - Ranting

Sinergi Pesantren Muhammadiyah se-Pekalongan: Menuju Tata Kelola Unggul dan Berkelanjutan

muhammadiyahpekalongan.or.id ,Pekalongan — Upaya memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan di lingkungan Pesantren Muhammadiyah (PesantrenMu) terus digencarkan. Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan Pembinaan PesantrenMu se-Karesidenan Pekalongan pada Rabu, 7 Januari 2026, di IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran LP2M PP Muhammadiyah, LP2M PWM Jawa Tengah, LP2M PDM se-Eks Karesidenan Pekalongan, serta para mudir (pimpinan) PesantrenMu dari berbagai daerah. Turut hadir pula perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Majelis Dikdasmen dan PNF, Ketua PCM Pekajangan H. Abdul Shomad, SE, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PAN, H. Sofawan Sumadi.

Mudir IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, Dr. Kyai Sumarno, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antarpesantren untuk membangun sistem pengelolaan yang profesional dan berorientasi mutu. “Pembinaan ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi PesantrenMu dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer,” ujarnya.

Baca Juga  Tata Cara Klaim e-KTAM Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik

Sementara itu, KH. Amat Sulaiman, M.H., mewakili PDM Kabupaten Pekalongan, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan pesantren harus dibarengi dengan integrasi nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemuhammadiyahan. “Tata kelola yang akuntabel adalah fondasi utama agar PesantrenMu mampu menjawab kebutuhan zaman,” katanya.

Ketua LP2M PWM Jawa Tengah, KH. M. Irzal, M.Pd., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong standarisasi dan peningkatan daya saing pesantren. “Pesantren Muhammadiyah harus adaptif terhadap perubahan, memiliki standar mutu yang jelas, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional,” tegasnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua LP2M PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, M.Ed., yang juga memaparkan arah kebijakan nasional penguatan mutu PesantrenMu. Ia menekankan pentingnya sistem pengelolaan yang terstruktur dan responsif terhadap dinamika regulasi pendidikan. “Pesantren Muhammadiyah harus dikelola secara sistematis, berbasis standar mutu, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga  Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Ratusan Pelajar Pekalongan Tampil Energik di Lomba Senam Anak Indonesia Hebat

Pembinaan berlangsung intensif sejak pukul 08.00 hingga 17.30 WIB, dengan empat sesi utama yang disampaikan oleh para pakar:

– Sesi I: Kebijakan Peningkatan Mutu dan Pengelolaan Pesantren Muhammadiyah oleh Dr. KH. Maskuri, M.Ed.
– Sesi II: Instrumen Akreditasi Pesantren Muhammadiyah oleh Dr. Djamaludin Perawironegoro, S.Th.I., M.Pd.I.
– Sesi III: Standar Kurikulum Ilmu Alat oleh Dr. H. Muhbib Abdul Wahab, M.A.
– Sesi IV: Penguatan Sistem Kepengasuhan Santri oleh Dr. Djamaludin Perawironegoro, S.Th.I., M.Pd.I.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, yang tidak hanya menyajikan materi konseptual dan teknis, tetapi juga membuka ruang dialog kritis terkait implementasi standar mutu, kurikulum, akreditasi, dan sistem kepengasuhan santri.

Kegiatan ditutup dengan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk komitmen untuk menyelenggarakan pembinaan rutin setiap dua hingga tiga bulan sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan. Pertemuan berikutnya direncanakan berlangsung di AMBS Al-Manar Pemalang, Jawa Tengah.

Baca Juga  Gelar Tasyakuran Pilkada Damai, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Apresiasi Kinerja Polisi

“Ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi langkah konkret membangun Pesantren Muhammadiyah yang unggul secara kelembagaan, kuat dalam karakter keislaman, dan relevan dengan perkembangan pendidikan global,” pungkas Dr. KH. Maskuri.

Kontributor: IMBS Miftahul Ulum Pekajangan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button