Berita AUM

Dari Doa Kelas 1 Hingga Aksi Dalang Cilik, Kemeriahan Pelepasan Siswa SD Muhammadiyah Wonosari Sukses Digelar

muhammadiyahpekalongan.or.id | Nuansa penuh keceriaan dan haru mewarnai agenda pelepasan siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah Wonosari tahun ajaran 2025/2026. Mengusung konsep panggung gembira lintas generasi, acara pelepasan ini diisi dengan rangkaian pentas seni kreatif yang menampilkan bakat memukau para siswa, mulai dari lantunan doa harian kelas I hingga penampilan penutup berupa pertunjukan wayang kulit oleh dalang cilik.

​Kemeriahan panggung apresiasi dibakar sejak awal oleh keluguan siswa-siswi kelas I yang dengan kompak melantunkan hafalan doa-doa harian di atas panggung. Penampilan pembuka ini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan penanaman karakter religius sejak dini yang diterapkan oleh sekolah dasar persyarikatan tersebut.

​Kepala SD Muhammadiyah Wonosari, Bapak Abdul Sukur, S.Pd., dalam sambutan resminya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua yang hadir.

​”Terima kasih kepada bapak dan ibu wali murid yang telah mempercayakan dan menitipkan putra-putrinya untuk dididik di SD Muhammadiyah Wonosari. Bagi anak-anakku yang lulus, teruslah belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Saya ingatkan, agar segala kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah diajarkan di sekolah ini tetap diteruskan dan dijaga di tempat yang baru nanti,” pesan Abdul Sukur.

Baca Juga  Visitasi Tim Asesor BAN-PT, Lengkapi Proses Re-akreditasi Program Studi di Politeknik Muhammadiyah Pekalongan

​Pesan Moral Lewat Drama dan Lantunan Lagu

​Mengalir secara runut, giliran siswa kelas III unjuk gigi melalui pementasan teater mini. Membawa judul drama “Mengoptimalkan Waktu yang Ada”, penampilan teatrikal ini menyelipkan pesan moral edukatif yang mendalam bagi para lulusan agar bijak menggunakan waktu demi masa depan yang cerah.

​Suasana haru kemudian berganti takzim saat perwakilan wali murid yang disampaikan oleh Bapak Imam Setianto naik ke atas podium. Beliau menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas ketulusan para guru dalam menuntun anak-anak mereka.

​”Apresiasi terbesar kami haturkan kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing serta mendidik anak-anak kami dengan penuh kesabaran. Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan bapak ibu guru. Untuk anak-anak yang lulus, kejar cita-citamu, jaga nama baik almamater dengan perilaku mulia, dan tunjukkan prestasi di luar sana,” ungkap Imam Setianto penuh emosional.

Baca Juga  Lazismu Kantor Layanan Kajen Siapkan Program Kado Ramadhan Bagi Guru dan Dhuafa

​Keseruan pentas seni SD Muhammadiyah Wonosari kembali berlanjut dengan aksi tarik suara. Seorang siswa kelas IV tampil memukau membawakan lagu solo barat legendaris bergenre melankolis, “When the Children Cry”, yang sukses memikat decak kagum para hadirin.

​Penutup Epik dari Dalang Cilik

​Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, panggung utama diserahkan kepada performa luar biasa dari salah satu aset budaya sekolah. Pertunjukan seni tradisional yang dibawakan oleh siswa kelas IV atas nama Noval Waryono sebagai dalang cilik sukses mengocok perut sekaligus memukau para penonton lewat kelihaian jemarinya memainkan tokoh wayang kulit.

​Melalui pagelaran seni terpadu ini, pelepasan siswa SD Muhammadiyah Wonosari tidak hanya menjadi penanda selesainya masa belajar di tingkat dasar, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kepercayaan diri siswa serta penguatan pelestarian budaya luhur bangsa sejak usia dini.

Baca Juga  Lazismu Kabupaten Pekalongan Dorong Seluruh Kantor Layanan Laksanakan Program Unggulan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button