Berita AUM

Sukses Kelola Sampah dan Penghijauan, SD Muhammadiyah 3 Pekajangan Sabet Penghargaan Sekolah Adiwiyata

muhammadiyahpekalongan.or.id | KAJEN – Komitmen nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pendidikan membuahkan hasil manis bagi SD Muhammadiyah 3 Pekajangan. Atas konsistensinya menjalankan program pengelolaan sampah mandiri dan pemanfaatan lahan produktif, sekolah dasar bentukan persyarikatan ini resmi dianugerahi penghargaan Sekolah Adiwiyata SD Muhammadiyah 3 Pekajangan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PERKIM) dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, Selasa (23/6/2026).

​Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari pemerintah daerah atas upaya terstruktur sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, sehat, nyaman, serta berbudaya lingkungan. Dinas PERKIM dan LH menilai SD Muhammadiyah 3 Pekajangan berhasil melampaui standar indikator penilaian sekolah berbasis lingkungan.

​Rentetan program berbasis lingkungan hidup yang diinisiasi sekolah terbukti berdampak masif. Mulai dari manajemen pemilahan sampah organik dan anorganik, penghijauan area halaman secara berkala, hingga optimalisasi sudut-sudut sekolah menjadi lahan tanaman produktif (apotek hidup). Semua itu dijalankan beriringan dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh seluruh warga sekolah.

Baca Juga  Puluhan Regu HW Se-Karesidenan Pekalongan Padati Pemalang, Unjuk Kekompakan di Ajang LKBB 2026

​Motivasi Merawat Budaya Cinta Bumi

​Kepala SD Muhammadiyah 3 Pekajangan, Umi Isrotun, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa predikat Adiwiyata ini merupakan buah manis dari kerja keras kolektif yang konsisten.

​“Pencapaian ini adalah hasil kerja sama, keringat, dan komitmen seluruh warga sekolah. Mulai dari para guru, tenaga kependidikan, anak-anak didik kita, peran aktif orang tua, hingga dukungan penuh dari jajaran majelis dikdasmen yang senantiasa mengawal program lingkungan ini,” ujar Umi Isrotun.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa apresiasi dari Dinas PERKIM ini bukanlah pemberhentian akhir, melainkan bahan bakar baru untuk menggiatkan gerakan cinta bumi yang lebih masif.

​“Penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan kami, melainkan menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap budaya cinta lingkungan dapat terus tertanam dalam diri seluruh peserta didik sehingga menjadi karakter dan kebiasaan yang terus terbawa hingga di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Gelar Pelepasan Purnawiyata, Awal Perjalanan Baru bagi Siswa

​Integrasi Kurikulum dan Investasi Generasi Masa Depan

​Keberhasilan SD Muhammadiyah 3 Pekajangan dalam menyabet predikat ini membuktikan bahwa pendidikan lingkungan hidup di Pekalongan dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam kurikulum pembelajaran harian maupun budaya sekolah sehari-hari. Sekolah ini tidak sekadar mengajarkan teori ekologi di dalam kelas, melainkan menjadikannya habitus nyata melalui berbagai kegiatan edukatif berkala.

​Melalui raihan mentereng ini, SD Muhammadiyah 3 Pekajangan tidak hanya sukses memperkuat positioning-nya sebagai sekolah unggulan yang sehat dan ramah anak di Pekalongan, melainkan juga menancapkan tonggak awal yang kokoh menuju target prestasi lingkungan hidup di level yang lebih tinggi, seperti Adiwiyata Tingkat Provinsi maupun Nasional di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button