BeritaBerita AUM

Puluhan Karyawan KSPPS BTM Pekalongan Ikuti Pelatihan Tilawatil Qur’an Intensif

Pekalongan – Dalam rangka mewujudkan impian untuk memiliki qori atau qoriah dari kalangan karyawan sendiri, Kantor Pusat Manajemen KSPPS BTM Pekalongan menggelar Pelatihan Tilawatil Qur’an Intensif, Sabtu, 8 Agustus 2026 di Ruang Rapat KSPPS BTM Pekalongan, jalan pahlawan nomor 10 Gejlig, Kajen, Pekalongan. Sejumlah 19 karyawan laki-laki dan perempuan turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut setelah terjaring seleksi dari 173 karyawan dari tingkat kantor cabang. Pelatihan yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu tersebut mendatangkan qori asal Buaran, Pekalongan, Ustadz Murokib, yang pernah tampil dalam acara penutupan Muktamar Muhammadiyah di Surakarta.

Ketua Pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Pekalongan, Achmad Suud, menyampaikan menjadi qori atau qoriah bukanlah hal yang mudah karena harus memiliki beberapa modal, antara lain suara yang bagus, bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, mempunyai mental pemberani dan mempunyai nafas yang panjang.

Baca Juga  Renovasi Megah SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan: Wujud Kepedulian Alumni
Sembilan belas orang dari 173 karyawan karyawati KSPPS BTM Pekalongan telah melalui tahapan seleksi
Sembilan belas orang dari 173 karyawan karyawati KSPPS BTM Pekalongan telah melalui tahapan seleksi

“Dari semua kriteria tadi, tidak semua orang bisa dan mampu untuk menjadi seorang qori atau qoriah. Masak sih dari 173 karyawan BTM Pekalongan tidak ada yang memiliki kriteria itu? Setidaknya karyawan laki-laki ngajinya tidak seperti darusan biasa (tidak seperti membaca Al Qur’an biasa) atau yang perempuan tidak mengarang lagu sendiri saat membaca Al Qur’an dalam acara-acara BTM Pekalongan”, tutur Achmad Suud.

Sementara itu, Kasi Rumah Tangga dan Umum KSPPS BTM Pekalongan, Bambang Hermanto, menjelaskan bahwa proses pemilihan karyawan-karyawati BTM Pekalongan yang mempunyai bakat menjadi qori atau qoriah telah dilakukan selama kurang lebih empat bulan.

“Sudah terpilih sekitar 19 orang yang memiliki modal untuk menjadi qori atau qoriah yang mewakili kantor cabang masing-masing”, tutur Bambang.

Bambang berharap dengan kegiatan pelatihan Tilawatil Qur’an tersebut dapat memunculkan karyawan yang siap menjadi qori atau qoriah dalam kegiatan-kegiatan resmi BTM Pekalongan dan Muhammadiyah di lingkungan kantor cabang masing-masing. (Nanang)

Baca Juga  Laga Amal Trofeo Berhasil Kumpulkan Donasi untuk Korban Bencana

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button