Cegah Ketergantungan Pihak Luar, Tim PkM UMPP Bekali Poktan Denasri Wetan Skill Perawatan Mesin
muhammadiyahpekalongan.or.id I BATANG – Bekali petani pemahaman troubleshooting dasar hingga SOP K3, UMPP dan UNTIDAR matangkan ekosistem hilirisasi padi di kawasan rawan rob. Pelatihan dan workshop teknis tersebut berlangsung di Desa Denasri Wetan, Kabupaten Batang, sepanjang bulan Agustus 2026.
Memastikan bantuan teknologi pascapanen dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) dan Universitas Tidar (UNTIDAR) memfasilitasi Pelatihan & Workshop Operasional serta Maintenance Mesin Pengolahan Padi di desa mitra.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan komitmen akademisi dalam memperkuat kemandirian petani di kawasan pesisir yang rawan terdampak bencana banjir rob.
Praktik Langsung dan Budaya K3
Dipandu pakar teknik mekanis UMPP, Imam Prasetyo, S.Pd., M.T. dan Ir. Ghoni Musyahar, S.T., M.T., para petani dilatih menggunakan pendekatan learning by doing. Materi mencakup penyusunan SOP Pre-Start Checklist, teknik penyetelan kerapatan penggilingan KD-450 untuk mencegah beras pecah, hingga perawatan berkala (preventive maintenance).
Selain teknis mesin, tim PkM menekankan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti earplug, sarung tangan, dan kacamata pelindung selama berproduksi. Hasil evaluasi mencatat peningkatan pemahaman teknis petani yang signifikan (skor N-Gain 0,75).
Mudadi, anggota Kelompok Tani (Poktan) Denasri Wetan, mengaku bersyukur atas pelatihan praktis ini. “Kami jadi paham cara merawat mesin, mengecek oli, hingga mengatasi kendala ringan sendiri. Ini membuat kami makin percaya diri mengelola mesin bersama,” tuturnya.
Kunci Kemandirian Teknis
Ketua Pelaksana PkM, Ir. Ghoni Musyahar, S.T., M.T., menegaskan bahwa alih teknologi tidak akan berdampak maksimal tanpa peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Bantuan mesin berteknologi tinggi harus diimbangi dengan kemampuan teknis penggunanya. Kami ingin memastikan Poktan Denasri Wetan tidak bergantung pada pihak luar saat mengoperasikan maupun merawat mesin,” tegas Ghoni.
Usai pelatihan ini, program akan dilanjutkan dengan pendampingan penggilingan massal, penguatan manajemen kelembagaan, serta penyusunan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas Buku Petunjuk Manual Mesin bagi kelompok tani mitra.



