Kajian Ideologi Muhammadiyah : Langkah Strategis MPKSDI PDM Pekalongan Fokus Persiapkan Perkaderan Tahun 2025

PEKALONGANMU.COM, Pekalongan – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan menggelar Kajian Ideologi dengan tema “Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah: Pilar Kader untuk Transformasi Berkemajuan”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 15 Desember 2024, di Aula SMK Muhammadiyah Bligo.
Kajian ideologi ini diikuti sebanyak 100 peserta, meliputi seluruh jajaran pimpinan MPKSDI PDM Kabupaten Pekalongan, Perwakilan MPKSDI Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua PCM yang membidangi MPKSDI, serta perwakilan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meneguhkan pemahaman dan komitmen ideologi Muhammadiyah di kalangan kader sebagai modal dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus mempersiapkan pengelolaan perkaderan di tingkat PCM pada tahun 2025 mendatang.
Pada sesi pembukaan, turut hadir Bapak Drs. KH. Mulyono selaku ketua PDM Kabupaten Pekalongan yang berkenan membuka acara. Di samping itu, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan berharap kader Muhammadiyah hari ini dapat terus berkontribusi dan kelak menjadi penerus yang mampu menggerakan Muhammadiyah di masa yang akan datang.
“Kita di Muhammadiyah insyaAllah bagian dari Ibadah, lebih-lebih ketika kita nanti akan mendesain kader-kader, karena syubbanul yaum rijalul ghod. Pemuda pada hari ini, maka yang akan datang bisa menjadi tokoh-tokoh yang bisa menggerakan Muhammadiyah. Maka tangan-tangan dingin panjenengan semua akan menyemai kader-kader yang luarbiasa. Dan insyaAllah saat kita nanti sudah ditidurkan di alam barzah nanti akan ada kiriman-kiriman kader-kader selanjutnya.” tutur mulyono.
Ketua MPKSDI PDM Kabupaten Pekalongan, Gigih Setianto, M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya revitalisasi ideologi untuk memperkokoh peran kader serta pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-lini gerakan Muhammadiyah di tingkat daerah, cabang, ranting, maupun pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kabupaten Pekalongan.
“Kader Muhammadiyah di setiap tingkatan, mulai dari daerah, cabang, ranting, hingga pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), memegang peran strategis dalam menerjemahkan dan mewujudkan visi Islam berkemajuan di tengah masyarakat. Namun, di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks baik dari aspek sosial, budaya, politik, maupun teknologi, pemahaman dan implementasi ideologi Muhammadiyah perlu terus direvitalisasi agar tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan karakteristik risalah Islam berkemajuan,” ujar Gigih.
Sementara itu, narasumber pada kajian ideologi MPKSDI PDM Kabupaten Pekalongan Bapak Hammam Sanadi, Ph.D., yang merupakan Ketua MPKSDI Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, menyampaikan materi berkaitan dengan Al-fatihah sebagai Etos Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Beliau menegaskan bahwa surat Al-Fatihah yang biasa disebut ummul kitab, merupakan inti dari ajaran Islam yang mencerminkan tauhid, ibadah, dan kehidupan manusia yang terarah. Bagi warga Muhammadiyah, Al-fatihah bukan hanya sekadar bacaan dalam shalat, tetapi menjadi pedoman nilai, prinsip, dan etos dalam menjalani kehidupan Islami yang berkemajuan.
“Surat Al-Fatihah diawali dengan bacaan, Bismillahirrahmanirrahim, menegaskan keesaan Allah sebagai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Warga Muhammadiyah meyakini bahwa seluruh aktivitas kehidupan, baik ibadah maupun sosial, harus dimulai dengan niat ikhlas karena Allah. Tauhid ini menjadi landasan etos gerakan yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberkahan, bukan sekadar pencapaian duniawi,” tegas hammam.
Beliau juga menambahkan, nilai-nilai Al-fatihah sebagai etos PHIWM yang berlandaskan kepada konsep Tauhid Rahamutiyah, yakni kepercayaan bahwa Allah yang Maha Esa telah mewajibkan diri-Nya sendiri memiliki sifat dasar rahma. Berlaku dalam aktualisasi semua kapasitas, asma dan sifat-Nya.
“Etos surat Al-fatihah dalam PHIWM melahirkan nilai-nilai yang baik dan positif bagi kehidupan warga Muhammadiyah, yakni akan senantiasa memunculkan energi syukur dan syakur, energi positif, kepeloporan, menciptakan kesejahteraan, energi ilmu, kosmopolitan (memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas) serta pecinta majelis ilmu,” tambah hammam.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi interaktif, di mana beberapa peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan terkait revitalisasi ideologi Muhammadiyah dan persoalannya di Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. Kemudian diakhiri dengan penyampaian komitmen yang disampaikan oleh Ketua MPKSDI PDM Kabupaten Pekalongan terkait tahun 2025 mendatang MPKSDI akan fokus mendorong dan mendampingi pelaksanaan perkaderan Baitul Arqom bagi seluruh PCM Se-Kabupaten Pekalongan.
Kontributor : Miftahudin



