Berita AUM

Modernisasi Keuangan AUM Kedungwuni, Penggajian Guru dan SPP Siswa Kini Terintegrasi Digital

muhammadiyahpekalongan.or.id | KEDUNGWUNI – Pelayanan publik dan tata kelola internal Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kedungwuni kini memasuki babak baru yang lebih responsif. Melalui sinergi strategis antara Majelis Dikdasmen, Aisyiyah, dan BTM, sistem pengupahan tenaga pendidik serta transaksi sekolah kini dikonsolidasikan secara terpadu melalui platform digital untuk mendukung tata kelola keuangan persyarikatan yang modern.

​Transformasi ini dimatangkan melalui agenda Sosialisasi Payroll Gaji Pegawai AUM yang bertempat di Ruang Laboratorium Akuntansi SMK Muhammadiyah Kedungwuni. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban (rahat) tersebut dihadiri oleh sekitar 30 pemangku kepentingan kunci dari berbagai pilar persyarikatan.

​Hadir dalam forum tersebut jajaran pengurus KSPPS BTM Pekalongan dan Kedungwuni, Majelis Dikdasmen PCM Kedungwuni, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kedungwuni, serta para pimpinan AUM Pendidikan. Mulai dari SMK Muhammadiyah Kedungwuni, SD Muhammadiyah Paesan, PAYM Kedungwuni, hingga jajaran Kepala TK/PAUD Aisyiyah se-Cabang Kedungwuni.

Baca Juga  Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMPP : Ikhlas, Fondasi Keluarga dan Karier yang Sukses

​Efisiensi Sistem Penggajian dan Pembayaran SPP

​Penerapan digitalisasi keuangan AUM Muhammadiyah ini memangkas kerumitan birokrasi pembayaran manual yang selama ini dijalankan oleh pengelola sekolah. Melalui sistem payroll BTM Kedungwuni, proses penggajian guru dan karyawan dapat berjalan lebih cepat, akurat, serta transparan.

​Tak hanya mengurus hak keuangan para guru, ekosistem digital ini juga diproyeksikan untuk mempermudah wali murid dalam bertransaksi. Sistem pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) siswa kini dirancang agar dapat diakses secara praktis, terorganisir, dan terpantau secara real-time.

​Dengan demikian, para pengelola sekolah tidak lagi tersita waktunya oleh urusan administrasi pencatatan keuangan yang rumit dan dapat mengalihkan fokus penuh pada peningkatan kualitas kurikulum serta mutu pendidikan siswa.

Tindak Lanjut Instruksi PDM Kabupaten Pekalongan

​Ketua PCM Kedungwuni, Mustami’an, menegaskan bahwa penataan sistem keuangan ini merupakan tindak lanjut konkret dari surat edaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan. Seluruh AUM di bawah naungan PCM se-Kabupaten Pekalongan diwajibkan melakukan integrasi sistem keuangan ke lembaga keuangan resmi milik persyarikatan, seperti BTM.

Baca Juga  Standar Tinggi Tahfidz MI Muhammadiyah Donowangun 01: Hafal 1 Juz Sekali Duduk dengan Tajwid Benar

​”Langkah awal yang sangat baik untuk kita semua, karena di era sekarang semuanya menuntut integrasi sistem yang praktis dan efisien. Mari bersama-sama kita sukseskan program digitalisasi dari BTM Pekalongan ini sebagai fondasi tertib administrasi,” ujar Mustami’an.

​Melalui integrasi terpadu di SMK Muhammadiyah Kedungwuni dan seluruh unit AUM lainnya, PCM Kedungwuni optimistis dapat membangun pilar ekonomi persyarikatan yang mandiri, akuntabel, dan siap menjadi percontohan lembaga pendidikan modern di Kabupaten Pekalongan.

Kontributor : Naufal

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button