BeritaBerita Ortom

Resmi Dilantik, IMM Al-Kindy Siap Wujudkan Gerakan Progresif Mahasiswa

PEKALONGANMU.COM , Pekalongan — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Al-Kindy Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan resmi melantik kepengurusan periode 2025/2026 pada Sabtu, 19 Juli 2025. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat di ruang D301–D302 Fakultas Ilmu Kesehatan, dihadiri oleh 45 peserta terdiri dari kader IMM, demisioner, delegasi dari komisariat lain, serta perwakilan Pimpinan Cabang IMM Pekalongan dan Wakil Dekan Fakultas.

Tujuan utama pelantikan ini adalah mengesahkan struktur kepengurusan baru sekaligus meneguhkan semangat IMM dalam mewujudkan gerakan keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan. Ketua Umum IMM Al-Kindy terpilih, Mohammad Arfaq Afifudin, menegaskan arah gerakan akan lebih progresif dan adaptif terhadap isu sosial dan pendidikan.

“IMM harus menjadi pelopor perubahan di tengah dinamika mahasiswa. Kami akan menjadikan IMM lebih inovatif, inspiratif, dan terbuka untuk kolaborasi demi kemajuan bersama,” ujar Afifudin dalam sambutannya.

Baca Juga  SMP Muhammadiyah Bligo Pekalongan Beri Apresiasi Beasiswa Prestasi untuk Para Siswa

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IMM, dilanjutkan pembacaan surat keputusan dan prosesi pelantikan oleh PC IMM Pekalongan. Sambutan juga diberikan oleh Ketua Komisariat demisioner, perwakilan kampus, dan tamu undangan.

Kepengurusan IMM Al-Kindy tahun ini terdiri atas 32 kader dari berbagai program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan, mencerminkan regenerasi serta solidaritas antar mahasiswa. Salah satu peserta mengungkapkan kebanggaannya:

“Saya merasa bangga menjadi bagian IMM. Semoga kepengurusan yang baru lebih progresif dan menghadirkan solusi nyata bagi kampus dan masyarakat,” ucapnya.

Pimpinan Cabang IMM Pekalongan dalam sambutannya turut menyampaikan harapan besar:

“IMM harus menjadi semangat perubahan yang menginspirasi, bukan hanya di kampus, tetapi juga di masyarakat luas,” katanya.

Di akhir acara, Mohammad Arfaq Afifudin menutup dengan refleksi mendalam mengenai makna kepemimpinan.

Baca Juga  Mahasiswa Farmasi UMPP dan UAD Bahas Inovasi Komunitas dalam Studi Banding Antar Kampus

“Memimpin itu penderitaan, tapi juga ladang keberkahan jika diniatkan dengan ikhlas. Keberhasilan organisasi bukan dibayar tunai, melainkan dicicil melalui proses, usaha, dan ketawakalan. Semakin besar cobaan, semakin indah hasilnya,” tuturnya. “Tanpa kalian, IMM takkan jaya. Tapi bersama kalian, insyaallah IMM akan jaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button