Ibarat Mengurai Benang Kusut, Dr. Ali Trigiatno Bedah Esensi Halalbihalal di PRM Pekajangan Barat 2

muhammadiyahpekalongan.or.id | PEKAJANGAN – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pekajangan Barat 2 menggelar kegiatan Pengajian Halalbihalal yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqomah, Gang 10, Jumat (3/4/2026). Acara yang mempertemukan segenap warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini menjadi ajang refleksi mendalam mengenai arti penting silaturahmi.
Hadir sebagai pemateri, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Ali Trigiatno, M.Ag., yang memberikan tausiyah inspiratif mengenai makna hakiki dari tradisi Halalbihalal.
Mengurai Benang Kusut Hubungan
Dalam tausiyahnya, Dr. Ali Trigiyatno mengibaratkan hubungan antarmanusia seperti benang yang kusut. Menurutnya, konflik atau kesalahpahaman yang terjadi merupakan hal manusiawi, namun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Halalbihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum penting untuk mengurai benang kusut dalam hubungan kita. Seperti benang yang perlu diurai dengan sabar dan teliti agar kembali rapi, silaturahmi pun harus diperbaiki dengan kesabaran, keikhlasan, dan kerendahan hati,” ungkap Dr. Ali di hadapan jamaah.
Beliau menekankan pentingnya sikap proaktif untuk meminta maaf, baik kepada mereka yang pernah disakiti maupun mereka yang pernah dizalimi. Hal ini menurutnya adalah kunci untuk membangun kembali kepercayaan serta mempererat ukhuwah yang sempat merenggang.

Apresiasi Sinergi Tingkat Ranting
Ketua PRM Pekajangan Barat 2, Haryudi, S.E., menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga yang hadir. Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan PRM Pekajangan Barat 2.
“Persiapan dan kesuksesan acara ini luar biasa. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan PRM Pekajangan Barat 2 menjadi contoh positif bagi ranting-ranting lainnya dalam membangun sinergi di tingkat akar rumput,” ujar H. Abdul Shomad.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, yang diharapkan mampu menjadi titik awal bagi warga Pekajangan Barat 2 untuk melangkah dengan hati yang bersih, ego yang luruh, dan semangat ukhuwah yang lebih kokoh dalam bermasyarakat.
Kontributor : Shofani PCM Pekajangan



