SD Muhammadiyah Tanjungsari Borong 4 Medali di Kejuaraan IPSI CUP 3 Kabupaten Pekalongan

muhammadiyahpekalongan.or.id | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa sekolah dasar dalam ajang bergengsi Kejuaraan IPSI CUP 3 Kabupaten Pekalongan yang digelar pada 17–19 April 2026 di Gedung GPU Kajen. Kompetisi yang diikuti oleh pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat ini menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus pembinaan atlet pencak silat usia dini di Kabupaten Pekalongan.
Dalam kejuaraan tersebut, SD Muhammadiyah Tanjungsari (SD MURI) tampil impresif dengan mengirimkan empat atlet terbaiknya. Hasilnya pun sangat membanggakan: tiga atlet berhasil meraih juara pertama di kelas masing-masing, sementara satu atlet lainnya menyabet juara ketiga.
Adapun raihan prestasi tersebut diraih oleh Nabila Izzatunnisa yang keluar sebagai juara 1 kelas R putri, Muhammd Aqwam El Mubasyir sebagai juara 1 kelas E putra, serta Adham Ubaydillah Murad yang juga meraih juara 1 kelas M putra. Sementara itu, Reza Dwie Ramadhan turut menyumbang prestasi dengan meraih juara 3 di kelas F putra.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menunjukkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler Tapak Suci yang dilakukan secara konsisten dan terarah. Di tengah persaingan yang ketat dari berbagai sekolah di Kabupaten Pekalongan, para atlet muda ini mampu tampil percaya diri dan menunjukkan teknik serta mental bertanding yang matang.
Pelatih Tapak Suci SD MURI, Pri Hartadi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas capaian anak didiknya. Ia menilai hasil ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin latihan, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak. Ini adalah hasil dari proses panjang latihan yang mereka jalani dengan penuh semangat,” ujarnya.
Meski demikian, Pri Hartadi menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang para atlet muda tersebut. Ia berharap keberhasilan ini tidak membuat para siswa cepat merasa puas, tetapi justru menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang.
“Saya berharap pencapaian ini tidak membuat mereka cepat puas. Justru ini harus menjadi motivasi untuk terus berlatih lebih giat, menjaga disiplin, dan mempertahankan semangat juang,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui olahraga pencak silat. Menurutnya, Tapak Suci tidak hanya membentuk kemampuan fisik dan teknik bertanding, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.
Ke depan, SD MURI menargetkan dapat terus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga ke level provinsi bahkan nasional. Dukungan dari sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi tersebut.
Kejuaraan IPSI CUP 3 Kabupaten Pekalongan sendiri menjadi bukti bahwa potensi atlet muda di daerah terus berkembang. Dengan pembinaan yang tepat dan kompetisi yang rutin, diharapkan akan lahir generasi pesilat tangguh yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.
kontributor : Rasono



