Berita AUM

Jadi Program Unggulan, Perkemahan PERBAQU XIII MIM Kauman Gembleng Karakter Pandu HW

muhammadiyahpekalongan.or.id I PEKALONGAN – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kauman kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter generasi muda Islam yang tangguh dan peduli sesama. Bertempat di Lapangan Mayangan, Kelurahan Mayangan, ratusan siswa kelas IV dan V MIM Kauman mengikuti perkemahan intensif Perkemahan Bhakti Qurban (PERBAQU) XIII Hizbul Wathan pada Jumat–Sabtu, 29–30 Mei 2026. Lewat ajang yang kini menjadi program unggulan madrasah tersebut, sekolah sukses memadukan ketangkasan kepanduan dengan edukasi ibadah kurban nyata.

Program tahunan ini dirancang khusus sebagai laboratorium karakter untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengamalan ibadah kurban sejak usia dini di luar ruang kelas.

Apresiasi Konsistensi Madrasah

Kegiatan diawali dengan pendirian tenda secara mandiri dan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Hadir mewakili Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Mustakim, S.E., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi MIM Kauman dalam mengawal program ini hingga memasuki tahun ke-13.

Baca Juga  Guru Hebat Lahir dari Pembelajaran Mendalam: PCA Pekajangan Gelar Pelatihan Deep Learning

“PERBAQU merupakan instrumen yang sangat baik dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. Di sini siswa belajar tentang keikhlasan berkurban, kepedulian terhadap sesama, serta pentingnya hidup disiplin dan mandiri. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi peserta maupun masyarakat,” ujar Mustakim.

Sementara itu, Kepala MIM Kauman, Muhammad Sukron, S.Pd.I., menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai keislaman akan jauh lebih meresap jika dikemas melalui pengalaman nyata di lapangan. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai Islam tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan kurban dan bakti sosial, anak-anak belajar arti keikhlasan, kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian kepada masyarakat. Semoga menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” tutur Sukron.

Sinergi Kepanduan dan Filantropi

Selama dua hari satu malam, para pandu pengenal HW ini digembleng dengan berbagai aktivitas fisik dan spiritual. Mulai dari lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang meriah, salat fardhu berjamaah, salat tahajud bersama, penjelajahan, hingga malam api unggun yang semarak dengan unjuk kreativitas yel-yel antar-regu.

Baca Juga  Asyiknya Belajar Sains Lewat Komik, Gelar Literasi MIM Kauman Pukau Siswa di Hardiknas 2026

Sebagai puncak edukasi filantropi, MIM Kauman melaksanakan penyembelihan 1 ekor sapi kurban. Hewan kurban tersebut kemudian dikemas menjadi 190 bungkus daging dan didistribusikan langsung kepada warga sekitar Kelurahan Mayangan serta keluarga besar madrasah. Sinergi ini disempurnakan dengan aksi bakti sosial berupa pembagian 40 bungkus beras untuk masyarakat setempat.

Kesan mendalam turut dirasakan oleh salah satu peserta kelas V, Kamila Hasna. “Saya sangat senang karena kegiatannya seru dan bermanfaat. Di sini saya belajar hidup mandiri saat berkemah, bekerja sama dengan teman, dan paham bahwa berkurban serta berbagi itu hal yang sangat mulia. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun,” ungkapnya dengan ceria.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button