Tak Sekadar Pembelajaran Teknis, Nasyiatul ‘Aisyiyah Pekalongan Bekali Perempuan Muda Strategi Digital Marketing untuk Dakwah dan Bisnis

muhammadiyahpekalongan.or.id | PEKAJANGAN – Kemandirian finansial kader perempuan di era modern tidak lagi cukup jika hanya bersandar pada kemampuan memproduksi barang. Menyadari tantangan pasar digital yang kompetitif, Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan tidak hanya melatih ratusan kadernya membuat produk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membekali mereka dengan formula strategi digital marketing perempuan yang tangguh di GDM Pekajangan, Ahad (19/7/2026).
Langkah strategis ini dikemas melalui Pelatihan Wirausaha Pembuatan Softener bertema “Wujudkan Perempuan Muda Mandiri”. Agenda kolaboratif ini mempertemukan basis massa PDNA Kabupaten Pekalongan dengan keilmuan praktis Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARSI) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
Lebih dari seratus peserta yang terdiri dari kader Nasyiah se-Kabupaten Pekalongan dan masyarakat umum memadati lokasi acara. Antusiasme juga terlihat dari hadirnya perwakilan organisasi mitra seperti IGABA Kabupaten Pekalongan, PC IMM Pekalongan Raya, serta PD IPM Kabupaten Pekalongan.

Pemasaran Digital Sebagai Pilar Dakwah Kontemporer
Untuk memastikan produk pelembut pakaian (softener) yang dihasilkan tidak mandek di dapur rumah tangga, panitia secara khusus menghadirkan sesi optimalisasi pasar digital. Materi krusial mengenai digital marketing untuk dakwah, organisasi, dan kemandirian ekonomi ini dikupas tuntas oleh Kepala KL PDNA sekaligus Wakil Ketua Departemen Pusintek, Siti Zahrotul Maqnuzah.
”Kunci dari dakwah ekonomi Nasyiatul Aisyiyah hari ini adalah adaptasi teknologi. Ketika perempuan muda memiliki keterampilan memproduksi barang, mereka harus mampu mengomunikasikannya lewat konten digital yang menarik agar jangkauan pasarnya luas dan bernilai ekonomi tinggi,” jelas Siti Zahrotul.
Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Yunda Ainun Muthoharoh, menambahkan bahwa pembekalan ilmu pemasaran ini menjadi pelengkap dari program Jogo Ibu dan pemberdayaan perempuan yang sedang digalakkan.
“Kami ingin memberikan keterampilan yang utuh. Lewat ide wirausaha kreatif ini, mereka bisa menghemat pengeluaran rumah tangga dengan memproduksi softener sendiri, sekaligus punya modal ilmu untuk menjualnya ke luar sebagai produsen aktif,” tegas Ainun.
Kolaborasi Lintas Tokoh dan Sektor
Agenda yang dibuka oleh Pembina PDNA sekaligus PDM Kabupaten Pekalongan, H. Slamet Riyanto, ini juga mendapatkan apresiasi tinggi dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sofwan Sumadi, yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan pentingnya keterlibatan tokoh pemerintahan untuk mendukung penuh inisiatif kemandirian ekonomi berbasis komunitas seperti ini.
Pada sesi teknis dan implementasi laboratorium, praktik pembuatan softener dipandu langsung oleh apt. St. Rahmatullah, S.Farm., M.Si. (Bendahara PDNA Pekalongan sekaligus Sekretaris Prodi Sarjana Farmasi FIKES UMPP) bersama tim instruktur dari HIMAFARSI UMPP.
Sinergi yang apik antara teori sains farmasi, praktik produksi, dan strategi pemasaran digital ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka. PDNA Kabupaten Pekalongan berkomitmen mengawal alumni pelatihan ini agar mampu membangun jejaring bisnis yang solid, mandiri secara ekonomi, serta tangguh dalam menyebarkan syiar dakwah berkemajuan di ruang digital.



