Berita AUM

Dari Pekajangan ke Malang, Dua Regu Santri IMBS Siap Buktikan Kader Muhammadiyah Bisa Berprestasi

PEKAJANGAN — Semangat kaderisasi dan prestasi kembali ditunjukkan IMBS Miftahul Ulum Pekajangan. Dua regu santri resmi dilepas oleh Mudir IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, Dr. Kyai Sumarno, untuk mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II di Malang, Jawa Timur, yang berlangsung pada 21–24 September 2026.

Pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni keberangkatan. Dua regu santri IMBS Pekajangan membawa misi lebih besar: membawa nama pesantren kader Muhammadiyah ke panggung nasional sekaligus menguji keberanian, kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan berprestasi di tengah ribuan santri dari berbagai penjuru Indonesia.

KSMN II menjadi salah satu ajang pertemuan dan kompetisi santri Muhammadiyah yang diikuti sekitar 1.700 santri se-Indonesia. Tahun ini, kegiatan mengusung tema:

“Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi.”

Tema tersebut menemukan relevansinya dengan karakter pendidikan yang dikembangkan di IMBS Miftahul Ulum Pekajangan. Sebagai Pesantren Kader Muhammadiyah, pendidikan tidak berhenti pada penguasaan ilmu agama dan akademik, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap umat.

Baca Juga  Napak Tilas IPM SMK Muhammadiyah Kajen: Menyerap Semangat Dakwah dan Keikhlasan Pendiri Muhammadiyah

Bukan Sekadar Bertanding, tetapi Belajar Menjadi Kader

Mudir IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, Dr. Kyai Sumarno, dalam pelepasan memberikan pesan agar para santri menjadikan KSMN II sebagai ruang untuk belajar, berproses, dan memberikan kemampuan terbaik.

Para santri diminta untuk menjaga nama baik pesantren, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan akhlak sebagai santri Muhammadiyah.

“Kalian berangkat bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi untuk belajar menjadi kader. Tunjukkan bahwa santri Muhammadiyah mampu disiplin, mandiri, berprestasi, dan tetap menjaga akhlak di mana pun berada,” pesan Dr. Kyai Sumarno.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para santri sebelum bertolak ke Malang. Sebab, kompetisi dalam KSMN II bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga tentang bagaimana para santri mampu mengelola diri, bekerja sama, menghadapi tantangan, dan membangun ukhuwah dengan peserta dari berbagai daerah.

Baca Juga  Padukan Kajian AIK dan Halalbihalal, Fakultas Teknik UMPP Pererat Silaturahmi Menuju Kampus Berkemajuan

Membawa Nama Pekajangan ke Panggung Nasional

Keikutsertaan dua regu IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dalam KSMN II menjadi bagian dari ikhtiar pesantren untuk terus membuka ruang bagi santri agar berani tampil di tingkat nasional.

Di tengah pertemuan sekitar 1.700 santri, para peserta akan mendapatkan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Mereka belajar hidup bersama, berkompetisi secara sehat, menyelesaikan tantangan, serta mengenal keragaman potensi santri Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia.

Bagi IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, pengalaman tersebut merupakan bagian penting dari “kurikulum kehidupan pesantren”—sebuah proses pendidikan yang menjadikan setiap pengalaman sebagai ruang pembentukan karakter.

Dari Pekajangan, dua regu santri kini melangkah menuju Malang. Mereka membawa doa, harapan, dan nama besar pesantren.

Bukan sekadar mengejar medali, tetapi menempa diri menjadi kader. Bukan sekadar hadir dalam kompetisi, tetapi belajar menjadi generasi yang siap memimpin.

Baca Juga  UMPP Bangga, Dua Dosen Raih Beasiswa Doktor PDDI, Siap Teliti Aplikasi Pemantauan Terapi Obat Diabetes

Dari Pekajangan untuk Indonesia. Dari pesantren kader, menuju generasi pemimpin bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button