Berita

Rapatkan Barisan Menuju Organisasi Modern dan Profesional, Muhammadiyah Pekalongan Konsolidasi Benahi Organisasi Hingga Pendataan Warga

muhammadiyahpekalongan.or.id I DORO – Melalui konsolidasi di Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro, PDM Kabupaten Pekalongan perkuat pembenahan administrasi dan digitalisasi organisasi. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan merapatkan barisan melalui konsolidasi organisasi di Masjid Hj Mutimah Dahlan, Kecamatan Doro, pada Ahad (13/9/2026). Forum yang diikuti Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan organisasi otonom (ortom) se-Kabupaten Pekalongan ini berfokus pada pembenahan administrasi dan percepatan pendataan warga.

Administrasi dan pencatatan yang tertata menjadi tradisi penting dalam menjaga ritme gerakan Muhammadiyah tetap solid, terukur, dan akuntabel dari tingkat daerah hingga ranting.

Menuju Organisasi Modern, Profesional, dan Maju

Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari, menjelaskan bahwa konsolidasi ini digelar untuk memperkuat ideologi sekaligus memantapkan tata kelola organisasi.

“Konsolidasi ini dilakukan untuk merapatkan barisan Muhammadiyah menuju organisasi yang MPM, yaitu Modern, Profesional, dan Maju,” tegas Mulyono.

Baca Juga  Ketua PWM Jateng Tafsir Buka TOT Buku Ajar Pesantren Muhammadiyah di UMP

Ia menambahkan, langkah konkrit pembenahan dilakukan melalui penataan protokoler organisasi serta optimalisasi pendataan warga berbasis digital menggunakan aplikasi Satumu dan e-KTM. Data yang akurat dibutuhkan untuk menopang berbagai program kerja serta menggairahkan kembali gerakan jamaah di tingkat ranting dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Dakwah Humanis dan Sinergi Akar Rumput

Sementara itu, Ketua PCM Doro, Amsorin, menyambut baik pelaksanaan konsolidasi daerah di wilayahnya. Sebagai ujung tombak dakwah, PCM dan ranting membutuhkan penyatuan gerak langkah agar program organisasi dapat terwujud secara nyata.

Amsorin mengungkapkan, dalam menghadapi karakteristik masyarakat setempat, PCM Doro konsisten mengedepankan pendekatan dakwah humanis yang berfokus pada aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami kedepankan dakwah humanis. Muhammadiyah tidak pandai berkata-kata, namun selalu hadir dengan aksi nyata,” pungkas Amsorin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button