Mobil Siaga dan Ambulans LAZISMU KL Wiradesa: Armada Kemanusiaan Jadi Solusi Transportasi Medis dan Sosial

muhammadiyahpekalongan.or.id , PEKALONGAN, 2025 – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kantor Layanan (KL) Wiradesa mencatat capaian signifikan dalam program layanan sosial sepanjang tahun 2025. Melalui dua armada andalannya, Mobil Siaga dan Mobil Ambulans, lembaga ini berhasil menuntaskan 162 perjalanan untuk melayani kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah Wiradesa dan sekitarnya.
Kehadiran dua unit kendaraan operasional ini menjadi tulang punggung mobilitas warga, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses kesehatan cepat dan layanan sosial tanpa dibebani biaya. Berdasarkan data tahunan, Mobil Siaga mencatatkan 80 kali perjalanan, sementara Mobil Ambulans melakukan 82 kali perjalanan.
Dominasi Layanan Medis
Pemanfaatan armada paling menonjol terlihat pada layanan antar-jemput pasien ke rumah sakit. Untuk rujukan ke rumah sakit luar kota, Mobil Siaga melakukan 31 kali keberangkatan, sedangkan Mobil Ambulans mencatatkan 18 kali perjalanan. Sementara itu, untuk mobilitas menuju rumah sakit dalam kota, Mobil Ambulans lebih dominan dengan 59 kali perjalanan, melampaui Mobil Siaga yang mencatatkan 25 kali perjalanan.
Layanan Sosial dan Keagamaan
Selain urusan medis, LAZISMU KL Wiradesa juga memfasilitasi kebutuhan sosial dan keagamaan. Mobil Siaga digunakan untuk perjalanan menuju pondok pesantren dan keperluan umum sebanyak 24 kali, sedangkan Mobil Ambulans menjalankan peran khidmatnya dalam mengantar jenazah ke pemakaman sebanyak 5 kali sepanjang tahun.
Ketua LAZISMU KL Wiradesa menegaskan bahwa seluruh operasional ini merupakan bentuk nyata penyaluran dana zakat, infaq, dan sedekah dari para donatur yang dikelola secara profesional.
“Kami menyadari bahwa akses transportasi sering kali menjadi kendala utama bagi keluarga kurang mampu saat menghadapi situasi darurat atau kebutuhan pendidikan di pesantren. Dengan adanya armada ini, warga tidak perlu lagi merasa diberatkan oleh biaya sewa kendaraan yang mahal,” ujarnya.

Dampak Nyata bagi Warga
Program ini dirasakan langsung oleh warga Wiradesa. Kehadiran layanan mobilitas menghapus sekat antara masyarakat prasejahtera dengan akses fasilitas kesehatan yang layak. Beban ekonomi warga berkurang signifikan karena seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma atau dengan prinsip subsidi silang yang meringankan.
Ke depan, LAZISMU KL Wiradesa berkomitmen meningkatkan kualitas layanan armada dengan memperkuat sistem koordinasi dan kesiapsiagaan pengemudi agar respons terhadap panggilan warga lebih cepat dan efektif.
“Harapan kami, layanan ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang terbantu. Ini adalah bukti nyata bahwa filantropi Islam mampu menjadi solusi konkret atas permasalahan sosial di akar rumput,” tegas Ketua LAZISMU KL Wiradesa.
Dengan total 162 perjalanan yang berhasil ditempuh selama setahun penuh, LAZISMU KL Wiradesa menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kemanusiaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.



