Artikel

Spirit Tahajud #204 : Siapkan Bekal Hidupmu di Akherat

Apakah kita
akan menunggu dan berharap ada dunia lain setelah dunia ini ? Ataukah kita akan
berharap dan berkeyakinan bahwa kita akan dikembalikan tapi tidak ke alam
akhirat ?! Sungguh itu adalah sesuatu yang tidak mungkin … akan tetapi, karena
kedua telinga telah tuli, keduanya tidak mau mendengar ayat-ayat … begitu juga
hati, ia tidak peduli lagi dengan nasehat-nasehat yang baik.

Wahai hamba
Allâh ! Bergegaslah menyambut seruan dan perintah Rabbmu dan persiapkanlah
bekal perjalanan akhiratmu ! Bertaubatlah dari dosa-dosamu. Sebab,  alangkah ruginya seseorang yang menjual
kenikmatan surga dengan angan-angan dusta, dengan permainan-permainan yang
menipu atau menukar surga dengan syahwat yang hina dan perbuatan-perbuatan
tercela.

Sungguh
sangat merugi orang yang menyebabkan Allâh swt. murka kepada mereka yang
menyia-nyiakan usia mereka dalam gelimangan dosa dan maksiat.

قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ
خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ
الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Katakanlah,
“Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri
mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. ingatlah yang demikian itu
adalah kerugian yang nyata. [Az-Zumar/39: 15]

Baca Juga  Hebatnya Pemuda Ahli Ibadah

Maka
hendaklah kita selalu memanfaatkan waktu yang tersisa ini untuk mempersiapkan
bekal yang pasti kita butuhkan dalam kehidupan di akhirat nanti. Allâh swt.
berfirman :

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ
خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan kebaikan
apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu akan memperoleh
(balasan)nya di sisi Allâh sebagai balasan yang paling baik dan yang paling
besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allâh; Sesungguhnya Allâh Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Muzammil/73:20]

Sungguh sengsara
orang yang setiap kali Allâh berikan karunia dan kenikmatan yang baru
kepadanya, namun dia menggunakan kenikmatan dan karunia itu untuk berbuat dosa,
melakukan pelanggaran dan maksiat. Sungguh celaka orang yang semakin bertambah
kekayaan dan hartanya, namun semakin bertambah pula penyimpangan dan
kesesatannya.

Berbagai
kenikmatan dan pemberian Allâh terus tercurah kepadanya … ada yang berupa
makanan yang bisa menguatkan tubuhnya … ada berupa air yang bisa menghilangkan
dahaganya … ada yang berwujud pakaian yang bisa menghiasi tubuhnya dan menutup
auratnya … ada kenikmatan dalam bentuk rumah yang menaunginya dari terpaan
hujan dan terik matahari yang menyengat juga melindunginya dari serangan hewan
buas … ada juga kenikmatan dalam wujud pasangan yang setia memperhatikan dan
menemaninya … juga nikmat dalam bentuk keamanan lingkungan dari berbagai hal …
Meski begitu banyak nikmat yang Allâh swt. berikan kepadanya, namun mereka
terus berada dalam kubangan dosa, tidak mau lepas dan enggan meninggalkan
berbagai perbuatan buruk dan maksiatnya.

Baca Juga  Tinggalkan Hidup Berangan-angan

 

Sungguh
sangat celaka orang yang seperti ini, karena bisa jadi berbagai kenikmatan dan
kesenangan yang Allâh swt. karuniakan kepadanya merupakan salah bentuk istidrâj
dan penangguhan dan penguluran siksa. Ingatlah firman Allâh swt. :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا
أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ
لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan
janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu menyangka, bahwa pemberian tangguh
Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi
tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi
mereka adzab yang menghinakan [Ali Imrân/3:178]

 

Dalam sebuah
hadits dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasûlullâh
Saw. bersabda :

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ يُعْطِي
الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيْهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ
اسْتِدْرَاجٌ

Jika engkau
melihat Allâh memberikan anugerah dunia kepada hamba-Nya apa yang ia sukai,
sementara sang hamba tetap bermaksiat kepadaNya, maka sesungguhnya itu adalah
istidrâj [HR. Ahmad]

Baca Juga  PIDATO MILAD MUHAMMADIYAH KE 113 Pimpinan Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2025 M / 1447 H

Kemudian
Beliau Saw. membacakan firman Allâh swt.

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ
فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا
أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُون
َ

Maka tatkala
mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun
membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka
bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka
dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
[Al-An’am/6:44]

Ya Allâh !..
Karuniakanlah kepada kami rahmat, taufik dan hidayah-Mu untuk menuju semua
perkara yang Engkau ridhai !.. Jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan maksiat
!.. Jadikanlah kami termasuk para hamba-Mu yang senantiasa takut dan bertakwa
kepada-Mu, ya Rabbal ‘alamin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button