BeritaBerita OrtomBerita Umum

Kuatkan Ekonomi Perempuan, Lazismu Pekalongan Bangun Strategi Bisnis Berkelanjutan Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Pekalongan – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Lazismu Kantor Layanan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan, Sabtu, 5 September 2026, di Fakultas Tehnik dan Ilmu Komputer (Fastikom) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, Manajer El Chicken, Novita Dian Karmila, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, Kepala Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Siti Zahroul Magnuzah, serta jajaran pimpinan harian Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut, Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menegaskan peran Lazismu sebagai Unit Pembantu Pimpinan (UPP) yang berfokus pada penghimpunan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara akuntabel untuk kemaslahatan ummat. Sutiknyo juga menyarankan kepada Lazismu Kantor Layanan Pimpian Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan untuk fokus pada pemberdayaan kader dan anggota Nasyiatul Aisyiyah, dimulai dari gerakan kaleng IHSAN (Infak Harian Semampu Anda).

Baca Juga  SMK Muhamka Raih Juara Umum Lomba PMR Tingkat Jawa Tengah

“Hasil penghimpunannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Nasyiatul Aisyiyah serta meningkatkan kesejahteraan kader, salah satunya melalui unit usaha El Chicken”, tutur Sutiknyo.

Sutiknyo memaparkan keberhasilan program el chicken
Sutiknyo memaparkan keberhasilan program el chicken

Sutiknyo mendorong para pimpinan Nasyiatul Aisyiyah untuk mengoptimalkan kekuatan struktur dan jaringan organisasi untuk membentuk jaringan bisnis kader, diawali dari komoditas kebutuhan pokok seperti beras.

“Teknisnya dirancang sesederhana mungkin, yakni memfasilitasi penjualan beras dari lingkungan terdekat dengan marjin yang disesuaikan, lalu ditawarkan kepada ibu-ibu Ranting ’Aisyiyah setempat. Skema ini membutuhkan penanggung jawab yang terstruktur dari tingkat Daerah, Cabang, hingga Ranting NA,” ujar Sutiknyo.

Langkah ini dinilai sebagai solusi elegan dalam menghimpun infak karena sebagian keuntungan langsung disalurkan melalui ZIS.

Sutiknyo juga menyampaikan perkembangan operasional el chicken pada bulan pertama yang telah memiliki delapan mitra aktif. Sutiknyo juga menyampaikan keunggulan utama El Chicken terletak pada transparansi keuangan yang terbuka kepada para donatur dan mitra guna mencegah konflik kepentingan. Untuk menyongsong tahun 2027, El Chicken menargetkan penambahan 20 mitra baru, sehingga penyiapan kapasitas kader mulai diprioritaskan sejak dini. Seluruh keputusan strategis diambil secara musyawarah untuk menjaga loyalitas mitra.

Baca Juga  Inspirasi Perempuan Berkemajuan: Kader Nasyiatul Aisyiyah Kedungwuni Sabet Juara Lomba Dakwah Digital PDA Pekalongan
Sejumlah pimpinan harian PDNA Kabupaten Pekalongan turut hadir dalam pertemuan tersebut
Sejumlah pimpinan harian PDNA Kabupaten Pekalongan turut hadir dalam pertemuan tersebut

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Lazismu Kabupaten Pekalongan atas bimbingan dan dukungan yang berkelanjutan.

“Berkat tata kelola El Chicken, PDNA Kabupaten Pekalongan berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba OKP Tingkat Jawa Tengah sekaligus menjadi role model bagi PDNA di daerah lain”, tutur Ainun.

Pencapaian tersebut menurut Ainun sangat berkesan bagi para kader Nasyiatul Aisyiyah dengan latar belakang yang beraneka ragam, seperti ibu rumah tangga, pekerja dan sebagainya.

“Alhamdulillah kita yang awalnya bukan siapa-siapa, hanya ibu rumah tangga biasa, melalui Nasyiatul Aisyiyah, bisa bertemu dengan Plt. Bupati Pekalongan, bisa mengikuti lomba tingkat propinsi di Solo, menjadi juara 1 lomba OKP tingkat propisi, semua karena di Nasyiatul Aisyiyah kita berkembang bersama, berdiskusi, berdialektika”, tutur Ainun.

Ketua Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Imanti Galih Pancaputri, memaparkan dinamika rekam jejak usaha Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan pada periode terdahulu, seperti unit bisnis batik, jilbab, catering, merek beras pulen, gula, HAZIQ, hingga rencana koperasi yang sempat vakum akibat kendala keterbatasan modal dan SDM. Galih mengusulkan agar Nasyiatul Aisyiyah melakukan usaha berbasis layanan jasa dan pelatihan keterampilan, mencakup pelatihan siap kerja seperti keperawatan dan tata rias pengantin, hingga penyediaan jasa perawatan kebersihan rumah tangga. (Nz/Nn)

Baca Juga  Dua Anggota DPRD PAN Terpilih Masuk Calon Formatur PDPM Pekalongan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button