K.H. AHMAD DAHLAN & R.A. KARTINI , Sang Pencerah Peradaban Bangsa

K.H. AHMAD DAHLAN & R.A. KARTINI
Keduanya adalah 2 sosok Sang Pencerah Peradaban Bangsa. Dari mereka, bangsa ini dibawa menuju pencerahan baru; habis gelap terbitlah terang…
=====
Jarang diketahui dua sosok pahlawan nasional, KH Ahmad Dahlan dan Raden Ajeng Kartini merupakan dua tokoh yang pernah satu guru. Seolah keduanya tidak ada keterpautan satu dengan lainnya, lewat guru ngajinya. Siapa sangka.
KH Ahmad Dahlan, semasa remaja dikenal sebagai Muhammad Darwis pernah berguru kepada KH Muhammad Saleh Darat, dalam menimba ilmu Fiqih. (Mulkhan, 1990:63). diantara tahun 1880-an. Juga menimba ilmu qiraah, Tafsir, Bahasa Arab serta ilmu Falak (Irfan Safrudin, Ulama-Ulama Perintis,2008:34).
Begitu pun RA Kartini, yang lahir tahun 1879 M., sempat menjadi murid ngajinya KH Saleh Darat. Meskipun keduanya tampaknya sedikit berbeda waktunya.
=====
Selain itu Kartini pun dikenal sebagai murid atau santri–saat privat atau pengajian keluarga bupati Jepara–oleh KH Muhamamd Saleh Darat. Kartini mengkritik ulama atau kiai di Jawa (Nusantara), yang tidak mau mencerahkan umatnya. Karena mereka tidak berani menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa kaumnya (bahasa Jawa).
Kritikan keras dari gadis muda ini, seakan menyadarkan KH Muhammad Saleh Darat–yang juga guru ngajinya KH Ahmad Dahlan– sehingga berusaha menerjemahkannya. Hasil terjemahan alqur’an yang dilakukan KH Muhammad Saleh Darat sempat dipersembahkan sebagai hadiah pada saat pernikahan Kartini. Meskipun tidak (belum) sampai tamat seluruhnya.
Alquran dan terjemahan ke dalam bahasa Jawa yang dihadihakan KH Muhammad Saleh Darat diawali dari Fatihah hingga baru sampai pada ayat yang berbunyi,” minazzulumati ilannuuur…” (juz 2). QS Al-BAqarah (2):257. Rupanya Al-Quran yang sudah sempat diterjemahkan guru ngajinya terutama di bagian akhirnya itu amat menggugah jiwanya.Islam
Potongan ayat,..” minazzulumati ilanuur..” itu menjadi slogan atau ikon tulisan Kartini. Yang merasa sudah mendapatkan pencerahan, mendapatka cahaya hidayah dari ajaran agamanya. Itulah potongan ayar quran yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda menjadi..“Door Duisternis Tot Lich”
Kalimat berbahasa Belanda itu kemudian diterjemahkan oleh Sanusi Pane ke dalam bahasa Melayu (Indonesia) menjadi,”.Habis gelap Terbitlah Terang.”
Dikutip dari:
https://www.muhammadiyahgoodnews.id/2024/04/kh-ahmad-dahlan-dan-ra-kartini-santri.html
=====
DAPATKAN KAOS
“Habis Gelap Terbitlah Terang” di sini:
👇🏻👇🏻👇🏻



