Khutbah Jum'at

KHUTBAH JUM’AT: REFLEKSI: ANAK – BUNUH – DIRI – BUKU – BOLPOIN – KEMISKINAN

*KHUTBAH JUM’AT: REFLEKSI: ANAK – BUNUH – DIRI – BUKU – BOLPOIN – KEMISKINAN*

 

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صلِّ وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian kita terhadap penderitaan sesama manusia.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

(QS. Ali Imran: 102)

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita dikejutkan oleh sebuah peristiwa yang memilukan hati nurani — seorang anak di Ngada, NTT, memilih mengakhiri hidupnya hanya karena tidak mampu membeli buku dan bolpoin.

Sebuah kebutuhan kecil bagi kita, tetapi menjadi beban besar yang menghancurkan harapan bagi dirinya.

Baca Juga  KHUTBAH JUM'AT : HIKMAH UJIAN DALAM HIDUP

Tragedi ini bukan sekadar berita, tetapi cermin yang menunjukkan kelemahan empati dan solidaritas sosial kita.

Ini adalah peringatan bahwa ada anak-anak yang menangis dalam diam, menderita tanpa suara, dan merasa sendirian tanpa pertolongan.

Islam datang sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya: 107)

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Islam mengajarkan bahwa menjaga kehidupan manusia adalah kewajiban bersama, bukan hanya tugas individu.

Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan saling menolong dalam dosa dan permusuhan.”

(QS. Al-Ma’idah: 2)

Dalam ayat ini terdapat prinsip besar:

Bahwa umat Islam harus membangun sistem tolong-menolong, agar tidak ada satu pun jiwa yang dibiarkan tenggelam dalam kesulitan.

 

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam Islam, nilai satu nyawa sangatlah besar.

Allah SWT berfirman:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا ۖ وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia. Dan barang siapa menyelamatkan satu jiwa, seakan-akan ia telah menyelamatkan seluruh manusia.”

Baca Juga  MENJADI PEMUDA TERBAIK

(QS. Al-Ma’idah: 32)

Jika satu anak kehilangan harapan hingga bunuh diri, maka itu adalah luka besar bagi kemanusiaan dan umat.

Allah SWT melarang manusia untuk berputus asa.

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum yang kafir.”

(QS. Yusuf: 87)

Tugas kita sebagai umat Islam adalah menjaga agar tidak ada anak, remaja, atau orang miskin yang jatuh dalam jurang keputusasaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَىٰ مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَىٰ لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّىٰ

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta, kasih sayang, dan empati adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Jika satu anak menderita karena kemiskinan, maka seluruh umat seharusnya merasa sakit dan tergerak membantu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

Baca Juga  KHUTBAH IDUL FITRI 1447 H : IDUL FITRI ADALAH HARI KEMENANGAN KITA

(HR. Bukhari dan Muslim)

Orang tua bertanggung jawab pada anak.

Guru bertanggung jawab pada murid.

Pemimpin bertanggung jawab pada rakyat.

Masyarakat bertanggung jawab pada sesama.

Tidak boleh ada anak yang terlantar, kelaparan, atau kehilangan masa depan karena kelalaian kolektif.

 

Sidang Jum’at Rahimakumullah

Allah SWT mengecam orang yang mengabaikan kaum miskin:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”

(QS. Al-Ma’un: 1–3)

Kemiskinan yang tidak direspons dengan kepedulian dapat melahirkan keputusasaan dan kehancuran jiwa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

(HR. Muslim)

Dan beliau juga bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

(HR. Thabrani)

 

Marilah kita jadikan tragedi ini sebagai peringatan untuk membangun budaya “Menjaga Bersama”, yaitu budaya menjaga jiwa, harapan, pendidikan, dan masa depan sesama.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

 

6 Februari 2026

Abdi Dalem Kantor PCM & Lazismu Wiradesa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button