Tak Hanya Mahir Kelola Keuangan, Karyawan BTM Pekalongan Jaga Kebugaran Lewat Laga Persahabatan

muhammadiyahpekalongan.or.id | KEDUNGWUNI, PEKALONGAN – Rutinitas mengelola keuangan syariah tidak menghalangi karyawan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Pekalongan untuk tetap aktif berolahraga. Melalui laga persahabatan mini soccer, para punggawa ekonomi syariah ini membuktikan ketangkasan mereka di lapangan hijau Titik Temu Sport, Karangdowo, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang mencetak gol, melainkan bagian dari program pembinaan karyawan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat sinergi antarlembaga.
Sinergi dan Harmonisasi Kerja
Kasie Rumah Tangga dan Umum KSPPS BTM Pekalongan, Bambang Hermanto, menjelaskan bahwa olahraga menjadi media yang efektif untuk membangun harmonisasi dalam dunia kerja dan organisasi.
”Kami perlu menjalin sinergitas antarlembaga agar saling mengenal dan bekerja sama dengan baik. Pertandingan ini juga penting untuk menjaga kebugaran karyawan setelah satu pekan penuh bergelut dengan aktivitas pekerjaan,” tutur Bambang, yang dalam laga tersebut turut menyumbangkan gol.
Dalam safari olahraga kali ini, BTM Pekalongan berkesempatan menjalin silaturahmi dengan tim dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan dan Melati Muda FC, tim sepak bola dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan. Meski harus mengakui keunggulan Melati Muda FC dengan skor 2-4, BTM sebelumnya sukses menaklukkan tim Dishub dengan skor mencolok 7-4.
Olahraga dan Filosofi Kaderisasi
Pertandingan ini juga memunculkan refleksi menarik mengenai kaderisasi. Kapten Tim Melati Muda FC, Abdul Haris Hamam, memuji kedisiplinan tim BTM Pekalongan yang mampu mengimbangi permainan timnya yang berstatus juara Liga PDPM Pantura.
Lebih jauh, Hamam menganalogikan pergerakan di lapangan dengan strategi organisasi. “Kaderisasi di Muhammadiyah ibarat tim sepak bola; tidak cukup menunggu bola datang, tapi harus aktif menjemput bola. Pemimpin harus membuka ruang seluas-luasnya bagi kader untuk berkembang, baik di Ortom maupun di Amal Usaha,” ungkapnya.
Laga persahabatan ini ditutup dengan sesi ramah tamah, menegaskan bahwa kemenangan sesungguhnya dalam kegiatan ini adalah kokohnya ukhuwah dan terjaganya kesehatan para penggerak dakwah ekonomi Muhammadiyah di Pekalongan.(Nanang)



