Cetak Satgas Kemanusiaan Tangguh, Diklatsar KOKAM Kabupaten Pekalongan Siap Terjun ke Medan Bencana

muhammadiyahpekalongan.or.id | Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kabupaten Pekalongan resmi menuntaskan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) 2026 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Ahad (14/6/2026). Melalui penggemblengan ketat selama tiga hari, para personel baru ini sengaja dipersiapkan sebagai garda terdepan dalam menjalankan operasi kemanusiaan KOKAM Pekalongan, mulai dari penanganan mitigasi bencana alam hingga aksi penyelamatan (Search and Rescue/SAR).
Diklatsar yang berlangsung sejak Jumat (12/6) ini merupakan bagian krusial dari sistem kaderisasi formal Pemuda Muhammadiyah. Tujuannya adalah membentuk anggota KOKAM siap bencana yang memiliki ketangguhan fisik, kematangan mental, kekuatan ideologi, serta kesiapsiagaan tinggi dalam merespons situasi darurat di tengah masyarakat.

Selama pelatihan di medan Rogoselo, para peserta dibekali dengan berbagai disiplin ilmu taktis. Materi tersebut meliputi kepemimpinan lapangan, manajemen keorganisasian, kedisiplinan militer, teknik kebencanaan, hingga wawasan kebangsaan sebagai bekal pengabdian.
Trilogi KOKAM: Nyawa Gerakan Kemanusiaan
Hadir langsung dalam upacara penutupan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sofwan Sumadi. Dalam amanatnya, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini memberikan penegasan emosional bahwa kelulusan Diklatsar ini barulah awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ia meminta agar doktrin Trilogi KOKAM senantiasa melekat dalam atribut dan jiwa setiap personel.
”Trilogi KOKAM bukan hanya semboyan organisasi di atas kertas, tetapi merupakan nilai-nilai perjuangan yang wajib diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lulusan,” tegas H. Sofwan Sumadi.
Beliau kemudian menguraikan tiga pilar utama tersebut secara presisi kepada para peserta:
Merawat Ukhuwah Islamiyah: Menjaga persaudaraan sesama umat Islam serta membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen bangsa.
Menjaga NKRI: Menjadi garda terdepan dalam mengawal Pancasila, mempertahankan persatuan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menggembirakan Kemanusiaan: Aktif dalam gerakan pelayanan sosial, tanggap darurat bencana, serta membantu sesama tanpa memandang latar belakang.
”Saya berharap alumni Diklatsar KOKAM 2026 ini mampu menjadi pelopor, penggerak, sekaligus teladan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambah Sofwan.
Bukan Sekadar Barisan Pengamanan
Dengan selesainya kedisiplinan diklat ini, barisan KOKAM di Kabupaten Pekalongan dipastikan makin solid. Selama ini, peran aktif organisasi otonom Pemuda Muhammadiyah ini telah dirasakan nyata oleh publik. Mereka tidak hanya bertugas mengamankan agenda-agenda besar internal persyarikatan, melainkan selalu hadir paling awal saat terjadi bencana alam, pelestarian lingkungan hidup, hingga pelayanan sosial kemasyarakatan.

Melalui penutupan resmi ini, KOKAM Kabupaten Pekalongan menegaskan kembali komitmennya: siap hadir sebagai benteng pertahanan umat dan kemanusiaan. Ketika peluit tanda bahaya atau bencana berbunyi, personel KOKAM dipastikan siap mengabdi dengan slogan khas yang menggema di penutupan acara: “KOKAM SIAP! Merawat Ukhuwah Islamiyah, Menjaga NKRI, dan Menggembirakan Kemanusiaan.”



