Berita Cabang - Ranting

Tatap Pemilu 2029, Sofwan Sumadi Dorong Angkatan Muda dan Perempuan Muhammadiyah Doro Maju Nyaleg

muhammadiyahpekalongan.or.id | PEKALONGAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sofwan Sumadi, meminta generasi muda tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam panggung politik nasional. Memanfaatkan masa reses di Aula Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro, Ahad (21/6/2026), beliau mendesak agar kader Muhammadiyah Doro melek politik dan bersiap membidik kursi legislatif pada Pemilu 2029 dengan memanfaatkan peluang ketatnya kuota 30 persen keterwakilan perempuan.

​Menurut legislator asal Pekalongan ini, pemahaman terhadap konjungtur politik merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap warga negara, khususnya para kader organisasi. Ia menekankan bahwa hampir seluruh regulasi dan kebijakan publik yang berdampak pada hajat hidup orang banyak lahir dari mekanisme politik di parlemen.

​”Semua yang kita lakukan dan nikmati sehari-hari itu adalah semuanya keputusan-keputusan politik. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi penonton saja. Kita harus paham, terlibat, dan berani berperan serta menentukan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” ujar Sofwan di hadapan ratusan peserta yang memadati ruang pertemuan.

Baca Juga  Sukses Kelola Sampah dan Penghijauan, SD Muhammadiyah 3 Pekajangan Sabet Penghargaan Sekolah Adiwiyata

​Secara khusus, Anggota Komisi B DPRD Jateng ini membakar semangat Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kecamatan Doro untuk menepis keraguan dalam bertarung di Pemilu Legislatif 2029 mendatang. Sofwan menegaskan, keterbatasan modal finansial tidak boleh dijadikan batu sandungan utama untuk mematangkan ikhtiar politik.

​”Soal jadi atau tidak jadi itu ketentuan Gusti Allah, tapi kita harus tetap berupaya dan berikhtiar sebaik mungkin. Niat tulus untuk berkhidmat biasanya akan dibuka jalannya oleh Tuhan,” tambah politisi senior PAN tersebut.

​Sinergi Ideologis dan Laporan Kinerja Parlemen

​Gayung bersambut, urgensi penyiapan kader tangguh ini diperkuat oleh paparan dari Majelis Ketenagaan dan Sumber Daya Insani (MKSDI), Gigih Setyanto. Dalam forum yang sama, Gigih mengingatkan bahwa kebesaran Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di dunia akan pasif tanpa topangan militansi kader di akar rumput.

Baca Juga  Aisyiyah Wiradesa Resmikan Daycare Lansia sebagai Oase Kebahagiaan di Usia Senja

​”Kader adalah jantung persyarikatan. Kalau kadernya tidak mau mendorong dan mendukung kerja organisasi, Muhammadiyah tidak akan bisa bergerak, bahkan bisa mati,” tegas Gigih. Ia juga memaparkan tiga kriteria mutlak yang harus didekap oleh kader pilihan, yakni komitmen tinggi, konsistensi perjuangan, serta ketahanan ideologis yang berakar kuat pada manhaj gerakan.

​Di samping memberikan suntikan motivasi politik, Sofwan Sumadi juga memanfaatkan momentum reses yang berlangsung dari 20 hingga 27 Juni 2026 ini untuk memaparkan akuntabilitas kinerjanya. Di hadapan unsur pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Doro, ia melaporkan keberhasilan pengawasan intensif pada sektor ketahanan pangan di Balai Benih Sapi dan Domba Wonosobo.

​Tidak hanya itu, Sofwan juga merealisasikan komitmen konkretnya di sektor pendidikan dengan menyalurkan dana Pokok Pikiran (Pokir) Dewan guna mengasistensi 104 lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Baca Juga  Semarak Idul Fitri Muhammadiyah Kertijayan: Momentum Tingkatkan Kualitas Iman di Bulan Syawal

​Langkah taktis pencalegan dini yang digagas dalam reses ini diharapkan mampu menggerakkan struktur organisasi otonom di Doro untuk segera menyusun cetak biru penyiapan kepemimpinan, demi memastikan aspirasi masyarakat wilayah atas Pekalongan tetap terjaga dan diperjuangkan di tingkat provinsi.

Kontributor : Isa Ashlori

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button