Berlangsung di Lereng Gunung, Baitul Arqam Kedungwuni Pacu Profesionalisme Empat Lini Amal Usaha

muhammadiyahpekalongan.or.id I BATANG – Segarkan militansi kader di alam terbuka Pagilaran, puluhan utusan dari sektor pendidikan, masjid, hingga lembaga keuangan BTM disatukan dalam gerak Baitul Arqam PCM Kedungwuni. Langkah strategis ini diambil guna memastikan gerak roda Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berjalan selaras antara penguatan ideologi teologis dengan tuntutan profesionalisme kerja modern.
Kegiatan pembinaan intensif yang digawangi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungwuni tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 4–5 Juli 2026. Mengambil tempat di kawasan sejuk lereng gunung Villa Kalisawa Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, sebanyak 26 kader potensial digembleng secara simultan melalui kolaborasi apik bersama MPKSDI Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan.
Sinergi Empat Pilar AUM
Komposisi peserta Baitul Arqam kali ini sengaja dirancang inklusif dengan mempertemukan garda depan dari empat lini AUM strategis di Kedungwuni. Para peserta merupakan delegasi resmi dari Takmir Masjid Ranting Muhammadiyah Kedungwuni, SMK Muhammadiyah Kedungwuni, SD Muhammadiyah Paesan, serta praktisi keuangan mikro dari BTM Pekalongan Cabang Kedungwuni. Kehadiran lintas unsur ini ditujukan untuk membangun jejaring komunikasi yang solid serta menyamakan persepsi mengenai konsep Risalah Islam Berkemajuan.
Agenda dibuka secara resmi oleh Ketua PCM Kedungwuni, Mustamian, S.E. Dalam pengarahannya, ia mengingatkan para peserta untuk disiplin penuh mengikuti seluruh rangkaian sesi sebagai syarat mutlak kelulusan organisasi.
“Sertifikat Baitul Arqam ini sangat bermanfaat bagi akselerasi karier para kader di lingkungan AUM. Oleh karena itu, kami meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan kesungguhan sampai selesai,” tegas Mustamian, yang juga menitipkan mandat pembinaan maksimal kepada tim instruktur PDM Kabupaten Pekalongan, Sofa Maulana dan Abdul Syukur.

Keseimbangan Ideologi dan Pelayanan Prima
Sepanjang dua hari pelaksanaan, kurikulum pembinaan diisi secara padat oleh empat materi inti yang dipandu langsung oleh para unsur pimpinan persyarikatan. On hari pertama, peserta menerima asupan materi Ideologi Muhammadiyah dalam Risalah Islam Berkemajuan oleh Sekretaris PDM Kabupaten Pekalongan, H. Tjahyono, M.Pd., dilanjutkan materi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) oleh Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Muhammad Mirwan, M.Pd. Meski sesi kelas bergulir hingga malam hari, suasana tetap hidup berkat kepiawaian pemateri yang menyelipkan ice breaking, yel-yel, dan lelucon segar.
Memasuki hari kedua, kedisiplinan fisik dan spiritual peserta langsung diuji sejak pukul 04.00 WIB melalui agenda jalan kaki untuk Salat Subuh berjamaah di Masjid At-Taqwa Pagilaran yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi villa. Usai ibadah, keceriaan dan kekompakan tim dilebur melalui kegiatan outbond dan education games di tengah hamparan alam.
Rangkaian kelas ditutup dengan dua materi krusial terkait etos kerja, yakni profesionalisme karyawan di AUM oleh Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, M. Burhan Hidayat, M.M., serta strategi pengembangan diri untuk pelayanan prima (service excellence) oleh Wakil Ketua MPKSDI PDM Kabupaten Pekalongan, Lukman Hakim, M.Pd.
Saat menutup acara pada Ahad siang, Ketua PCM Kedungwuni, Mustamian kembali menginstruksikan agar seluruh bekal ilmu yang didapat segera diimplementasikan secara riil di unit kerja masing-masing demi mewujudkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan yang membawa manfaat nyata bagi umat.



