Dr. H. Karnadi Hasan, M.Pd.: Muhammadiyah Itu Tiada Hari Tanpa Memberi, Tiada Tahun Tanpa Membangun

muhammadiyahpekalongan.or.id I PEKAJANGAN – Meneguhkan etos gerakan berkemajuan di hadapan 1.800 jamaah Pekajangan, Majelis Dikdasmen PNF PWM Jateng bedah empat formula utama penyokong ketangguhan dakwah Muhammadiyah. Langkah penyegaran ideologis ini dilakukan agar gerak roda organisasi di tingkat cabang hingga ranting tetap berjalan di atas rel khittah perjuangan yang progresif.
Memasuki putaran ketiga tahun kedua, Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan tersebut digelar di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Rengas pada Ahad, 5 Juli 2026. Kehadiran Dr. H. Karnadi Hasan, M.Pd., dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sebagai pemateri utama sukses menarik antusiasme luar biasa dari berbagai unsur Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, Ortom, serta masyarakat umum yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Empat Formula Etos Muhammadiyah
Dalam tausiyahnya, Dr. Karnadi Hasan menyegarkan kembali ingatan jamaah mengenai falsafah luhur yang menjadi motor penggerak organisasi hingga mampu berkembang raksasa melintasi zaman.
“Muhammadiyah itu tiada hari tanpa memberi, tiada pekan tanpa pengajian, tiada bulan tanpa iuran, dan tiada tahun tanpa membangun,” ungkap Dr. Karnadi yang langsung disambut riuh antusiasme dan anggukan takzim dari ribuan jamaah.
Menurutnya, empat pilar tersebut merupakan cerminan dari konsep dakwah berkemajuan yang riil. Muhammadiyah tidak membatasi diri pada ruang mimbar teologis semata, melainkan menerjemahkan ketauhidan yang kokoh ke dalam aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat sebagai wujud konkrit dari agama rahmatan lil ‘alamin.
Simbol Ukhuwah Akar Rumput di Rengas
Keunikan pengajian kali ini ditunjukkan oleh PRM Rengas dengan merajut tali persaudaraan lintas ormas secara inklusif. Mengingat Ranting Rengas hidup berdampingan erat dengan basis Nahdlatul Ulama (NU), panitia secara khusus mengundang unsur Pimpinan Ranting NU Rengas, Muslimat, Fatayat, hingga barisan GP Ansor serta Banser Desa Rengas untuk duduk bersama di satu majelis ilmu.
Dr. Karnadi sangat mengapresiasi pemandangan sejuk ini. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan dua bersaudara dalam Islam yang mengemban misi kemuliaan yang sama, yaitu membangun umat dan bangsa, bukan untuk saling bermusuhan.

Akselerasi Pembangunan PCM Pekajangan
Sejalan dengan etos “tiada tahun tanpa membangun” yang dipaparkan PWM, Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., dalam sambutannya memaparkan sejumlah lompatan program persyarikatan di tingkat cabang. Abdul Shomad mengungkapkan bahwa beberapa sekolah Muhammadiyah di Pekajangan baru saja memperoleh kucuran bantuan dana revitalisasi dari pemerintah.
Di saat yang sama, PCM Pekajangan juga tengah menggalakkan gerakan wakaf massal guna membiayai pembangunan enam ruang kelas baru di IMBS Miftakhul Ulum. “Pembangunan ini merupakan investasi amal jariyah bersama. Semoga menjadi warisan berharga kita sampai generasi selanjutnya yang diridai Allah dan mengantarkan kita menuju surga-Nya,” urai Abdul Shomad.
Di akhir kajian, Dr. Karnadi menitipkan pesan spiritual agar seluruh kader senantiasa rendah hati dan membuang jauh penyakit kesombongan organisasi. “Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu untuk menghindari rasa sakit hati ketika mendapat kecaman, dan jadilah kalian di hadapan manusia sebagai bagian dari manusia itu sendiri yang senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” pungkasnya.
kontributor : Shofani



