Bedah Rahasia Muhammadiyah Bertahan 114 Tahun, Dr. Gigih Setianto Ajak Warga Jaga Totalitas Gerakan

muhammadiyahpekalongan.or.id I ROWOYOSO – Menilik kunci ketangguhan persyarikatan melintasi abad, Pengajian Ahad Pagi PRM Rowoyoso mengupas tuntas 10 karakter utama warga Muhammadiyah yang wajib dirawat oleh seluruh lapis kader akar rumput. Langkah penyegaran ideologis ini dilakukan untuk memastikan roda gerakan di tingkat ranting tetap berjalan di atas rel khittah perjuangan yang benar.
Kegiatan keagamaan yang dipusatkan di Masjid Asy Syifa Rowoyoso ini dihadiri oleh ratusan warga Muhammadiyah serta masyarakat sekitar. Pada kesempatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber istimewa, Ustadz Dr. Gigih Setianto, M.Pd., yang merupakan Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Mengangkat tema “Membangun Generasi Muhammadiyah yang Berilmu, Mandiri, dan Peduli Umat”, Dr. Gigih Setianto mengupas tuntas rahasia besar di balik kokohnya eksistensi Muhammadiyah yang mampu bertahan, mandiri, dan terus berkembang pesat hingga menginjak usia 114 tahun.
Menurutnya, kekuatan utama Muhammadiyah terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta loyalitas kadernya yang kompeten, ikhlas, dan istiqamah dalam menegakkan dakwah Islam berkemajuan. Manifestasi gerakan itu mewujud nyata melalui gurita amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan kemasyarakatan yang dikelola secara profesional.

Ciri Hati yang Tercerahkan
Beliau mengawali kajian dengan menjelaskan tentang indikator hati yang tercerahkan (tanwirul qulub). Menurutnya, pribadi yang tercerahkan adalah mereka yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kekuatan doa, basahan zikir, kegemaran beramal saleh, serta memiliki radar empati sosial yang peka terhadap penderitaan sesama.
“Hati yang bersih dan tercerahkan secara otomatis akan melahirkan pribadi muslim yang kuat, fungsional, dan mampu menjadi rahmat bagi lingkungan sekitarnya,” urai Dr. Gigih di hadapan jamaah yang memadati ruang utama masjid.
10 Pilar Karakter Utama Warga Muhammadiyah
Secara khusus, Dr. Gigih membedah 10 pilar karakter utama yang wajib melekat pada diri setiap warga dan kader Muhammadiyah agar persyarikatan ini tetap kokoh melintasi zaman:
-
Al-Fahmu: Memahami khazanah ajaran Islam secara kaffah, benar, utuh, dan menyeluruh tanpa parsial.
-
Al-Ikhlas: Ketulusan total dalam beramal dan berdakwah semata-mata mengharap rida Allah SWT, sejalan dengan fondasi hadis Innamal a’malu binniyyat.
-
Al-‘Amal: Prinsip yang menjadi distingsi Muhammadiyah, yaitu lebih banyak bekerja dan berbuat nyata daripada sekadar pandai berbicara (sepi ing pamrih, rame ing gawe).
-
Al-Jihad: Bersungguh-sungguh dengan mengerahkan segala potensi diri dalam berjuang di jalan dakwah.
-
At-Tadhiyah: Kerelaan berkorban baik harta, waktu, tenaga, maupun pikiran demi kemaslahatan umat, sebagaimana yang dicontohkan secara nyata oleh KH. Ahmad Dahlan.
-
Al-Jama’ah: Kedisiplinan dalam membangun kebersamaan, saling menguatkan, memotivasi, dan berkoordinasi secara rapi dalam sistem organisasi.
-
At-Ta’ah: Loyalitas dan kepatuhan yang tinggi terhadap keputusan kolektif-kolegial organisasi dengan semangat egaliter.
-
Istiqamah: Keteguhan sikap dan konsistensi jangka panjang dalam perjuangan tanpa mengenal lelah atau surut.
-
At-Tajarrud: Totalitas dan kebanggaan yang bersih menjadi warga Muhammadiyah tanpa merendahkan kelompok lain, serta merawat ruh gerakan seperti gemar berinfak dan menolong.
-
Ukhuwah: Komitmen mengikat persaudaraan erat di antara sesama kaum muslimin guna memperkuat persatuan umat secara universal.
Di akhir tausiyahnya, Dr. Gigih mengajak seluruh warga Muhammadiyah di Rowoyoso untuk terus menaikkan level keimanan, kematangan keilmuan, dan aksi kepedulian sosial. Langkah ini penting guna melahirkan generasi masa depan yang cerdas secara intelektual, anggun secara akhlak, serta mandiri secara ekonomi demi kejayaan umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.



