Sosialisasi SatuMU Kedungwuni: Membedah Enam Manfaat e-KTAM Sebagai Identitas Resmi Warga Berkemajuan

muhammadiyahpekalongan.or.id I KEDUNGWUNI – Hadir sebagai solusi administrasi modern, aplikasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super Apps (MASA) mulai diperkenalkan secara masif kepada warga persyarikatan di Cabang Kedungwuni. Langkah akselerasi ini diambil guna mendorong migrasi data keanggotaan konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi penuh.
Melalui agenda Sosialisasi SatuMU yang dipusatkan di Aula SMK Muhammadiyah Kedungwuni pada Sabtu, 4 Juli 2026, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungwuni bergerak cepat mengawal program prioritas Pimpinan Pusat tersebut. Ketua PCM Kedungwuni, Mustami’an, S.E., yang bertindak sebagai pemateri utama, membeberkan secara detail cetak biru pentingnya kepemilikan identitas digital bagi ketertiban administrasi organisasi modern.
Mengejar Kesenjangan Aktivasi Digital
Dalam pemaparannya, Mustami’an mengungkap data keanggotaan berkala di wilayah Cabang Kedungwuni. Saat ini, jumlah warga Muhammadiyah yang tercatat di sistem mencapai sekitar 700 orang, di mana 525 orang di antaranya telah mengantongi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) konvensional. Namun, dari total pemilik kartu tersebut, baru tercatat 12 orang yang melakukan klaim dan aktivasi e-KTAM sejak sistem digital disosialisasikan.
“Oleh karena itu, sosialisasi ini perlu kita lakukan secara luas, terutama di wilayah Cabang Kedungwuni, agar seluruh warga Muhammadiyah memahami pentingnya identitas digital ini dan target aktivasi pada bulan Juli 2026 dapat meningkat tajam,” ungkap Mustami’an.
Enam Keuntungan Utama via Aplikasi MASA
Guna memacu semangat warga, khususnya generasi muda, Mustami’an membedah enam keuntungan utama melakukan aktivasi akun di aplikasi SatuMU:
-
Keabsahan identitas resmi yang sah sebagai anggota Muhammadiyah.
-
Akses layanan digital modern melalui e-KTAM.
-
Integrasi dengan berbagai layanan Persyarikatan Muhammadiyah.
-
Perluasan jejaring dan solidaritas antaranggota.
-
Pembinaan karakter dan penguatan ideologi Muhammadiyah.
-
Keamanan data anggota yang terjamin di dalam sistem.
Proses aktivasi ini dijelaskan sangat mudah. Warga cukup mengunduh aplikasi MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super Apps) melalui Google Play Store di HP Android. Di dalam aplikasi tersebut, persyarikatan telah menanamkan berbagai fitur penunjang ibadah harian seperti doa-doa harian, panduan shalat, Al-Qur’an digital, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), hingga fitur pembayaran iuran anggota dan layanan zakat.
Desentralisasi Sistem Sasar Tingkat Ranting
Sebagai strategi jemput bola untuk mempercepat verifikasi, PCM Kedungwuni meluncurkan terobosan dengan membuka keran kewenangan persetujuan (approval) e-KTAM hingga ke tingkat bawah. Saat ini, sudah ada dua ranting yang resmi diberikan akses otoritas approval, yaitu PRM Pisma dan PRM Puri.
Dengan pelimpahan wewenang ini, PRM Pisma dan PRM Puri diharapkan segera menunjuk personel khusus yang bertugas melayani serta mendampingi warga di tingkat akar rumput yang akan melakukan aktivasi identitas digital anggota baru.
Di akhir sesi, Mustami’an juga mengingatkan para anggota agar tidak terkejut jika muncul tagihan iuran wajib anggota sebesar Rp15.000 per bulan di menu aplikasi pasca-aktivasi. Hal tersebut merupakan komitmen pembiayaan organisasi secara mandiri yang sudah terintegrasi otomatis oleh sistem pusat. Sementara bagi pemilik Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) lama, sistem akan memberikan pilihan fleksibel untuk menggunakan NBM format baru atau mengaktifkan kembali nomor lama sesuai kebutuhan.



