Rawat Kepercayaan Muzakki, LAZISMU Pekalongan Jalani Audit Keuangan PSAK Berbasis Pembinaan

muhammadiyahpekalongan.or.id | KAJEN – Kepercayaan publik merupakan aset paling berharga bagi lembaga amil zakat berskala besar. Guna merawat kredibilitas tersebut, transparansi dana umat LAZISMU Pekalongan diperkuat lewat pelaksanaan audit laporan keuangan komprehensif Tahun Buku 2025 yang tidak sekadar memeriksa kelayakan angka, melainkan mengedukasi jajaran divisi keuangan domestik agar patuh terhadap standardisasi keuangan nasional.
Proses pemeriksaan eksternal ini dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan pada Rabu (8/7/2026), bertempat di Kantor LAZISMU Kabupaten Pekalongan, Jalan Pahlawan Nomor 10 Gejlig, Kajen. Agenda strategis ini turut dikawal langsung oleh Manajer Keuangan LAZISMU Wilayah Jawa Tengah, Maya Robiatul Adawiyah, guna memastikan keselarasan akuntansi berjenjang.
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, menegaskan bahwa audit rutin ini adalah komitmen wajib demi menjaga muruah persyarikatan dan tanggung jawab dunia-akhirat.
”Kegiatan audit ini merupakan wujud nyata tanggung jawab kami atas amanah dana umat yang dikelola oleh LAZISMU Kabupaten Pekalongan untuk berbagai program kesejahteraan di masyarakat. Kami sangat menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas sesuai syariat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas M. Ali Sofyan LAZISMU.
Sebagai bentuk keseriusan, Ali Sofyan telah menginstruksikan seluruh jajaran Eksekutif dan Divisi Keuangan di bawah komando Manager Sutiknyo untuk bersikap kooperatif dan membuka akses data, dokumen, serta informasi seluas-luasnya demi kelancaran tugas tim auditor.

Paradigma Audit Berbasis Pembinaan Standardisasi PSAK
Sementara itu, surveyor dari KAP Abdul Hamid dan Rekan, Ananda Muhammad Riski Septiawan, menjelaskan bahwa LAZISMU Kabupaten Pekalongan menjadi prioritas audit mengingat performa penghimpunannya yang masuk papan atas di tingkat regional.
”Pekalongan merupakan salah satu wilayah dengan penghimpunan dana terbesar di LAZISMU Jawa Tengah, berdampingan dengan Banyumas dan Kota Semarang. Dengan Kantor Layanan yang sudah menerapkan sistem sentralisasi, Pekalongan sangat layak menjadi percontohan bagi daerah lain,” puji pria yang akrab disapa Morris tersebut.
Lebih lanjut, Morris meluruskan paradigma audit yang selama ini kerap dianggap menakutkan. Sesuai amanah LAZISMU Pusat, kehadiran KAP hadir dengan spirit membimbing, bukan sekadar mencari kekeliruan layaknya pemeriksaan lembaga negara. Fokus utamanya adalah menyelaraskan laporan domestik agar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan akurat, khususnya PSAK 401 dan 409 terkait lembaga filantropi.
Metode ‘Medical Check-Up’ Keuangan
Morris menganalogikan proses audit laporan keuangan LAZISMU ini layaknya pemeriksaan kesehatan tubuh manusia secara menyeluruh.
”Audit itu seperti medical check-up. Kita melakukan screening kesehatan untuk mendeteksi dini jika ada hal-hal yang memang perlu diobati dalam postur laporan keuangannya. Kami akan memberikan rekomendasi dan ‘resep obatnya’ agar performa keuangan semakin bugar. Kami sangat mengapresiasi karena LAZISMU Pekalongan selalu responsif menindaklanjuti setiap catatan perbaikan demi mempertahankan predikat opini terbaik,” papar Morris.
Melalui sinergi profesional ini, LAZISMU Kabupaten Pekalongan optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan (KLA), memperluas jangkauan kemaslahatan program tasaruf, serta mengukuhkan posisinya sebagai lembaga amil terpercaya pilihan utama para muzakki di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya



