Berita Ortom

Kolaborasi Aisyiyah Talun da Doro Gembleng Mubalighot Berkekuatan Ekonomi ​

muhammadiyahpekalongan.or.id | TALUN – Kekuatan kolaborasi gerakan perempuan terwujud nyata dalam upaya memotong mata rantai ketergantungan finansial di pedesaan. Melalui sinergi taktis, Pimpinan Cabang  Aisyiyah (PCA) Doro dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Talun menggelar pelatihan mubalighot Nasyiatul Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Talun, Kabupaten Pekalongan. Forum ini didesain khusus guna melahirkan kader perempuan yang tidak hanya tangguh secara spiritual, tetapi juga berdaulat secara ekonomi.

​Langkah progresif ini diambil sebagai respons atas maraknya realitas sosial di lapangan, di mana masih banyak ibu-ibu di tingkat akar rumput yang kerap terjebak skema pinjaman informal luar karena desakan modal instan. Kehadiran para mubalighot diharapkan mampu membawa angin segar melalui perluasan konsep “fikih dakwah” yang menyentuh bumi kenyataan.

Drs. Syafrudin Saat memberikan materi

Hadir sebagai salah satu pemateri utama, tokoh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro, Drs. Syafrudin. Di hadapan puluhan kader perempuan, ia menyampaikan refleksi berani mengenai peta gerakan ekonomi organisasi yang dinilainya masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pilar pendidikan dan kesehatan yang sudah mapan.

Baca Juga  Musykerda PDNA Pekalongan : Hasilkan Program Unggulan untuk Perempuan Muda

​”Gerakan ekonomi kita ini bisa dibilang masih selevel TK. Aset organisasi secara makro memang besar, tetapi pertanyaannya, bagaimana dengan ketahanan ekonomi warga kita di tingkat ranting dan keluarga?” lontar Syafrudin memicu diskusi.

​Sinergi Program Riil untuk Akar Rumput

​Guna mewujudkan visi besar koalisi PCA Doro dan PCA Talun tersebut, Syafrudin mendorong para mubalighot untuk tidak terjebak pada rutinitas seremonial panggung pengajian semata. Perempuan Muhammadiyah harus menjadi motor penggerak tiga program akselerasi ekonomi komunitas yang membumi, meliputi:

​Sektor Pertanian Sehat: Pendampingan budi daya padi sehat non-pestisida dengan mengadopsi formulasi teknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memasok kebutuhan rumah sakit sekaligus mendongkrak posisi tawar petani lokal.

​Peternakan Mandiri Guru: Program stimulan pemeliharaan ayam petelur (ras Arab) unggul skala rumah tangga untuk mendongkrak pendapatan mandiri guru wiyata bakti atau honorer secara harian.

Baca Juga  Legitimasi Halal Terbit, El-Chicken Garapan Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Siap Naik Kelas

​Waralaba Kuliner Lokal: Rencana peluncuran (launching) unit usaha kuliner El Chicken yang diproyeksikan hadir di tiap cabang sebagai wadah perputaran ekonomi dari dan untuk warga sendiri.

​Dakwah Perempuan yang Menyentuh Realitas

​Melalui momentum pelatihan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Talun ini, jajaran kepemimpinan perempuan Doro dan Talun sepakat bahwa ketahanan keluarga adalah benteng utama umat. Mubalighot masa kini dituntut memiliki kepekaan sosial-ekonomi yang tinggi, di samping pemahaman ideologi yang kokoh.

​”Turunkan dakwah kita ke bumi kenyataan. Sentuh aspek ketahanan ekonomi keluarga secara mandiri agar umat ini tidak hanya sekadar kuat secara spiritual, melainkan juga unggul dan berdaulat secara ekonomi,” pungkas Syafrudin di akhir paparannya.

​Dengan berakhirnya pelatihan intensif ini, PCA Doro dan PCA Talun optimis para alumni mubalighot akan kembali ke ranting masing-masing dengan membawa mandat baru: mengajar ngaji sekaligus mendampingi umat menuju kemandirian finansial yang berkemajuan.

Baca Juga  Muhammadiyah Talun Rutin Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Penguatan Program Dakwah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button