Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi, Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Kenalkan Skema Bisnis El Chicken

muhammadiyahpekalongan.or.id I PEKALONGAN – Tampil progresif dalam Kopdar Akbar SUMU di UMPP, Ketua PDNA Pekalongan paparkan peran penting perempuan muda dalam menggerakkan pilar ekonomi keluarga melalui jalur waralaba sosial. Skema ini dijalankan melalui jenama kuliner El Chicken sebagai jawaban atas tantangan kemandirian ekonomi umat.
Komitmen Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan dalam mendorong hadirnya pengusaha perempuan baru tidak hanya sekadar wacana. Melalui konsep kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah ini secara matang mempresentasikan perjalanan dan dampak sosial El Chicken pada kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pekalongan Raya, Minggu (12/7).
Model Waralaba Sosial Berbasis Dampak
Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, menjelaskan secara langsung di hadapan forum bahwa El Chicken didesain khusus tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi murni (profit oriented). Lebih dari itu, program ini mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat yang inklusif.
“Melalui El Chicken, kami ingin menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi perempuan muda. Kami tidak melepas mitra begitu saja, melainkan memberikan pendampingan usaha yang ketat, pelatihan berkala, serta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya,” urai Ainun dalam paparannya di Kampus Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
Dalam forum tersebut, tim El Chicken hadir memperlihatkan keseriusan tata kelola kelembagaan. Selain Ainun Muthoharoh, tampak hadir Siti Zahrotul Maqnuzah selaku Kepala Kelompok Layanan (KL) PDNA Kabupaten Pekalongan, serta Sutiknyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan yang selama ini bertindak sebagai lembaga pendamping utama pengembangan program.
Sinyal Positif Ekspansi Jaringan
Paparan yang lugas tersebut memicu antusiasme luar biasa dari para pelaku UMKM dan investor lokal yang hadir. Selama sesi diskusi, forum dipadati dengan berbagai pertanyaan taktis mengenai mekanisme sistem kemitraan, proses pengawasan mutu produk, hingga perhitungan potensi pengembangan usaha di wilayah masing-masing.
Dampak konkret langsung terlihat pasca-presentasi berakhir. Sejumlah peserta kopdar secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk bergabung sebagai mitra baru El Chicken. Tingginya minat dari para saudagar Muhammadiyah ini menjadi sinyal kuat bahwa model kemitraan ekonomi komunal yang dikembangkan oleh PDNA Kabupaten Pekalongan memiliki daya tarik bisnis yang tinggi dan siap diduplikasi secara masif.
Ke depan, PDNA Kabupaten Pekalongan berharap forum ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya kolaborasi lintas sektor yang lebih luas. Dengan penguatan ekosistem yang terintegrasi antara gerakan perempuan, lembaga filantropi Lazismu, dan jaringan saudagar SUMU, El Chicken diproyeksikan mampu berkembang menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis organisasi yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat luas.



