Hadapi Tantangan Demokrasi, Wakil Rektor UMPP Ajak Kader IMM Asah Nalar Intelektual

muhammadiyahpekalongan.or.id I PEKALONAN – Menjelang momentum Musyawarah Cabang ke-XVIII, Wakil Rektor UMPP dorong organisasi mahasiswa ortom menjadi motor utama perubahan sosial berbasis gagasan konstruktif. Langkah ini dinilai mendesak agar generasi muda mampu merespons dinamika sosial-politik secara matang.
Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Dr. Mokhamad Arifin, menegaskan bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki tanggung jawab besar sebagai motor penggerak perubahan sosial. Untuk itu, mahasiswa wajib mengintegrasikan tiga pilar gerakan secara utuh: intelektualitas, keislaman, dan kebangsaan.
Pesan ideologis tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan resmi dalam Forum Kebangsaan yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang (PC) IMM Pekalongan Raya pada Senin, 13 Juli 2026. Agenda strategis ini digelar sebagai rangkaian prapelaksanaan Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XVIII PC IMM Pekalongan Raya.
Uji Gagasan Menghadapi Dinamika Zaman
Dalam orasinya di hadapan ratusan kader, Dr. Mokhamad Arifin yang juga menjabat sebagai Ketua Korps Alumni (VOKAL) IMM Pekalongan ini mengapresiasi penyelenggaraan Forum Kebangsaan tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi ruang dialog inklusif yang sangat krusial bagi mahasiswa untuk melahirkan gagasan konstruktif, memperkuat nilai demokrasi, serta merawat persatuan di tengah dinamika perkembangan zaman.
Ia mengingatkan bahwa tantangan modernisasi menuntut kader IMM tidak hanya cakap di ruang kelas, tetapi juga peka dan kritis terhadap isu-isu kebangsaan terkini melalui pisau analisis yang objektif.
“Forum seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa. IMM harus terus memosisikan diri sebagai wadah yang matang dalam mengawal perubahan melalui basis gerakan intelektual yang berkarakter islami,” ujar Arifin.
Garansi Pendampingan Alumni dan Kampus
Lebih dari sekadar memberikan arahan akademis, kehadiran sosok Wakil Rektor sekaligus Ketua VOKAL IMM ini membawa angin segar bagi regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Ia memberikan komitmen dan garansi penuh untuk terus mendampingi arah gerak PC IMM Pekalongan Raya pascamusyawarah cabang nantinya.
“Kami siap memberikan asistensi dan pendampingan penuh agar gerak IMM Pekalongan Raya ke depan bisa berjalan lebih masif. Sinergi ini penting untuk mencetak kader unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” tegasnya.
Musycab ke-XVIII ini diproyeksikan menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan rekomendasi arah kebijakan baru. Melalui integrasi tiga pilar gerakan tersebut, lulusan kepengurusan IMM diharapkan mampu memantapkan peran sejarahnya sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah perjuangan Muhammadiyah di ranah publik.



