Forum Kebangsaan PC IMM Pekalongan Hadirkan Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045

muhammadiyahpekalongan.or.id | Pekalongan — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pekalongan menyelenggarakan Forum Kebangsaan sebagai rangkaian kegiatan Musyawarah Cabang (Musycab) XVIII PC IMM Pekalongan pada Senin, 13 Juli 2026.
Mengusung tema “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Membangun Sinergi Lintas Sektor dalam Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Kesehatan, dan Aktivisme Menuju Indonesia Emas 2045”
Forum Kebangsaan menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan berbagai elemen bangsa untuk membahas tantangan kebangsaan sekaligus merumuskan langkah kolaboratif dalam menghadapi perubahan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Persyarikatan Muhammadiyah, akademisi, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemuda dan berbagai stakeholder dalam pembangunan daerah dan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710/Pekalongan, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan sekaligus Ketua FOKAL IMM Pekalongan Raya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan, Ketua Umum PC IMM Pekalongan, serta jajaran Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Forum Kebangsaan sebagai ruang intelektual kader IMM dalam merespons berbagai persoalan bangsa.
“Kader Muhammadiyah harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Pergerakan mahasiswa tidak cukup hanya dengan gagasan, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.”
Sementara itu, Wakil Rektor I UMPP sekaligus Ketua FOKAL IMM Pekalongan Raya menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus yang harus mampu membangun kolaborasi lintas sektor.
“Mahasiswa harus memiliki kemampuan membaca realitas, membangun jejaring, dan menghadirkan inovasi. Kampus dan organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter serta kepemimpinan yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Dalam sesi keynote speaker, Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan menyampaikan materi mengenai pentingnya wawasan kebangsaan, pembangunan daerah, serta keterlibatan generasi muda dalam menjaga nilai persatuan.
“Pemuda memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. Tantangan bangsa ke depan membutuhkan generasi muda yang aktif, kritis, dan solutif.”
Selanjutnya, Kapolres Pekalongan menyampaikan perspektif keamanan dan ketertiban masyarakat serta pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menjaga persatuan dan menyebarkan nilai positif di tengah masyarakat.”
Kemudian, Dandim 0710/Pekalongan memberikan penguatan mengenai wawasan kebangsaan dan nilai bela negara bagi generasi muda.
“Bela negara bukan hanya tentang pertahanan secara fisik, tetapi bagaimana setiap individu memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan bidangnya. Generasi muda harus memiliki karakter, disiplin, dan rasa cinta terhadap bangsa.”
Forum Kebangsaan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari kader IMM se-Pekalongan Raya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Pekalongan, Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus, serta Organisasi Mahasiswa (Ormawa) se-Pekalongan.
Melalui Forum Kebangsaan ini, PC IMM Pekalongan berharap dapat memperkuat semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan serta mendorong terwujudnya generasi muda yang siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.



