Cetak Mudir Berkemajuan, LP2 PP Muhammadiyah dan UMP Kolaborasi Perkuat Ekonomi Pesantren

muhammadiyahpekalongan.or.id I PURWOKERTO – Hadirkan 100 pimpinan pesantren se-Indonesia, Pelatihan Nasional di UMP bekali mudir dengan strategi manajemen perubahan dan studi lapangan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Lazismu dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tersebut berlangsung pada Rabu hingga Sabtu, 19–22 Agustus 2026 di Asrama Unggulan KH Abu Daldiri UMP.
Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, M.Ed., menegaskan bahwa pesantren Muhammadiyah harus bertransformasi menjadi pusat peradaban, pusat pendidikan, dan pusat kemandirian ekonomi umat melalui sistem tata kelola yang profesional.
Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Umat
Dalam arahannya, KH. Maskuri menekankan bahwa tata kelola yang terencana dengan baik akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan pesantren di era modern.
“Pengembangan pesantren harus dilakukan secara kolaboratif mulai dari persyarikatan, kepala sekolah, musyrif, orang tua, hingga santri. Ke depan, pesantren Muhammadiyah harus berdiri tegak sebagai pusat peradaban dan kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.
Fokus Aksi dan Kunjungan Lapangan
Ketua Panitia, Dr. Fal Arofah Windiani, M.H., menyampaikan bahwa pelatihan ini didesain berbasis praktik nyata agar setiap peserta pulang membawa rencana aksi perubahan yang aplikatif. Selain mendalami kepemimpinan transformasional dan penguatan kurikulum berbasis Islam berkemajuan, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Pesantren MBS Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok Banyumas.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari secara langsung integrasi pendidikan agama, akademik, dan tata kelola kemandirian ekonomi pesantren sebagai percontohan (best practice).
Dukungan penuh juga disampaikan Wakil Rektor III UMP, Drs. H. Ikhsan Mujahid, M.Si., yang menegaskan komitmen UMP dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pesantren Muhammadiyah agar makin siap menghadapi tantangan zaman.
Kontributor : Tarqum Aziz



