BeritaBerita Cabang - RantingBerita Ortom

Bertekad Ubah Citra Pantai Sebagai Tempat Maksiat, PD IPM Lakukan Dakwah dan Kajian di Pantai Wonokerto

PEKALONGANMU.COM, – Ahad, (11/2) Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan kajian dan diskusi Valentine Day di Pantai Wonokerto. Acara tersebut diisi dengan banyak kegiatan, mulai dari diskusi membahas valentine day, hingga Deklarasi menolak valentine day dan Pengumpulan tanda tangan.

"Bagaimana sejarah valentine day, bagaimana seharusnya sikap pelajar muslim untuk menanggapi valentine day, hal itu kita diskusikan, Juga membuat deklarasi menolak valentine day" Ujar Ketua PD IPM Yuli Prabowo.

Ratusan Pelajar dari IPM se-kabupaten Pekalongan dan pengunjung pantai, tampak ikut dalam kegiatan tersebut. Tampak hadir juga Kepala Desa Wonokerto Kulon.

"Alasan kenapa tempatnya dipantai, karena di pantai ramai jadi dakwah bisa lebih luas dan juga merubah citra pantai yg biasanya buat maksiat. sekarang kita berusaha mengubah citranya untuk ibadah, seperti halnya kajian dan diskusi menolak valentine day seperti ini" Ujar Ketua PD IPM dalam Press Releasenya ke redaksi Pekalonganmu.com.

Baca Juga  Masjid Sebagai Solusi Hidup: Inspirasi Masjid Al-Falah Sragen di Pengajian Muhammadiyah Pekajangan

"Kita selaku pelajar jangan sampai ketika melakukan kegitan cuma modal ikut-ikutan, tapi harus kita cari tahu dan pelajari dulu apa yg akan kita lakukan, seperti hal nya valentine day kita harus pelajari dulu sejarahnya. Dari mana itu valentine day sehingga kita bisa mengabil sikap selaku pelajar muslim. Dan kita menegaskan valentine day itu sebuah budaya orang kafir, orang barat yg tidak jelas asal usulnya. ada sejarah yg mengatakan bahwa Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda"

"Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut. Dan dengan adanya valentine day itu bisa menambah kerusahan moral dan Kemaksiatan. Sehingga kami PD IPM Kabupaten Pekalongan tegas menolak adanya valentine day. Karena juga kegiatan valentine day itu mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. Itu sangat bertentangan dg islam" Tambah Ketua PD IPM.

Baca Juga  Prof. Alimatul Qiptiyah, Ph.D : Menyusuri Sungai Kehidupan Mewujudkan Keluarga yang Sehat dan Sakinah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button