
Beberapa waktu yang lalu kata “pengecut” sering keluar di media terkait persoalan yang lagi ramai dibicarakan. Sikap pengecut sering berkaitan dengan sikap penakut dan munafik. Sikap ini yang menjadi haram bagi seorang pemimpin. Sikap ini (pengecut) berarti hilangnya keberanian untuk tampil karena menghindari tanggung jawab atau konsekuensi yang harus ditanggung. Orang yang terjangkiti sifat pengecut biasanya akan takut kepada risiko dalam melaksanakan kebaikan sehingga ia meninggalkan perbuatan baik tersebut.
Oleh karena itu, berdoa meminta pertolongan kepada Allah Swt akan membantu meringankan beban pikiran dan membuat hati lebih damai. Selain itu, hal yang paling penting adalah kita harus yakin bahwa Allah Swt pasti akan menolong hamba-Nya.
اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ .وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ
Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, Aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, Aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan utang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353).
Al-jubn (pengecut) adalah takut terhadap sesuatu yang seharusnya tidak ditakuti. Jubun dalam Islam termasuk salah satu perbuatan tercela yang harus dihindari setiap Muslim. Seseorang dikatakan memiliki sifat jubun apabila dirinya tidak berani mengatakan kebenaran, takut gagal, takut rugi, takut kalah, dan memiliki ketakutan-ketakutan lainnya.
Dijelaskan dalam buku Ghirah Cemburu karena Allah oleh HAMKA, jubun dalam Islam dapat diartikan sebagai sifat pengecut. Seorang yang bersifat jubun biasanya sudah yakin bahwa ia ada di pihak yang benar, tetapi takut menyampaikan kebenaran, takut menghadapi tanggung jawab, dan enggan menerima akibat dari perbuatannya. Sifat jubun membuat seorang Muslim tidak punya keberanian moral. Sifat ini dilarang karena mencerminkan manusia yang tidak punya pendirian, keteguhan hati, dan keberanian dalam mempertahankan sesuatu yang benar.
Jubun dalam Islam dikatakan sebagai sifat tercela karena dimiliki oleh orang-orang yang tidak takut kepada Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang takut kepada Allah, Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Siapa yang tidak takut kepada Allah, Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu.” (HR. Baihaqi)
Setiap orang pasti tidak ingin jika dirinya disebut sebagai pengecut. Mereka yang masih memelihara sifat pengecut seringkali diidentikkan dengan manusia penakut dan tidak memiliki integritas diri. Alih-alih bertanggung jawab atas apa yang diperbuat, yang ada mereka justru pergi begitu saja.
Namun demikian, pada faktanya masih banyak orang yang secara tidak sadar masih mempertahankan sifat tersebut, lho. Ini bisa dibuktikan dengan perbuatan mereka yang sama sekali tidak bertanggung jawab. Lantas, apa sajakah yang masih sering dilakukan pengecut ?
1. Menyembuyikan Kesalahan
Setiap orang pasti pernah melakukan kekeliruan, entah itu secara sengaja maupun tidak di sengaja. Sebenarnya kesalahan adalah sesuatu yang wajar. Ketika hal itu terjadi, langkah terbaik yang seharusnya diambil yaitu mengakuinya dan berusaha menyelesaikan dampak dari kekeliruan yang sudah diperbuat tersebut. Tapi sayangnya, masih banyak orang yang berperilaku sebaliknya. Bukannya mengakui, mereka justru menyembunyikan rapat-rapat bahkan tidak jarang saling melempar kesalahan satu sama lain. Padahal perilaku yang demikian sama saja membuktikan bahwa kamu adalah seorang pengecut.
2. Tidak berani meminta maaf
Sebaris kata maaf memang terdengar singkat. Tapi pada kenyataannya, mengambil keputusan untuk meminta maaf tidak semudah kelihatannya. Ada banyak alasan mengapa seseorang enggan untuk meminta maaf. Mulai dari rasa gengsi sampai takut jika dengan meminta maaf wibawanya akan turun. Jika kamu adalah seseorang yang masih memiliki perilaku seperti itu, ketahuilah tidak berani meminta maaf sama saja kamu melanggengkan sifat pengecut. Padahal meminta maaf itu tidak ada salahnya, lho. Hal itu menandakan bahwa kamu adalah sosok yang bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.
3. Lari dari masalah
Permasalahan merupakan hal yang wajib ada dalam kehidupan. Bahkan orang yang kehidupannya terlihat bahagia dan tenang-tenang saja pun sebenarnya mereka juga tengah menghadapi masalah yang besar. Hanya saja mereka tidak menunjukkannya di depan publik. Sebagai manusia yang bijak, setiap permasalahan yang datang sudah seharusnya dihadapi dan diselesaikan. Jika kamu masih suka lari dari masalah, itu sama saja dengan membuktikan bahwa kamu adalah seorang pengecut sejati. Kamu sosok rapuh yang tidak memiliki keberanian.
4. Berbuat curang
Berbuat curang memang menjadi godaan yang menghampiri banyak orang. Siapa, sih yang tidak ingin berhasil hanya dengan jalan pintas? Ingin punya nilai akademis yang bagus namun malas belajar, ingin meraih jabatan dan kedudukan yang tinggi namun malas berjuang apalagi meningkatkan kualitas diri. Kalau kamu masih terbiasa dengan perilaku tersebut, sudah saatnya untuk introspeksi diri. Perbuatan curang merupakan salah satu bentuk dari sifat pengecut yang sering menguasai diri. Mungkin sekarang kamu masih bisa tersenyum bahagia. Tapi yang namanya bangkai disimpan, kelak akan tercium juga baunya.
5. Menjatuhkan teman dari belakang
Karakter orang memang beragam. Ada yang benar-benar tulus dan saling mendukung antar sesama. Namun tidak jarang juga kita akan bertemu dan berinteraksi dengan tipe serigala berbulu domba yang hobi menjatuhkan satu sama lain. Bagi yang masih memiliki perilaku suka menjatuhkan teman dari belakang, ketahuilah hal itu merupakan bukti nyata bahwa kamu adalah seorang pengecut sejati. Jika perilaku seperti ini masih kamu pertahankan, kelak yang akan menuai kerugian adalah dirimu sendiri. Pengecut memang menjadi sifat yang sering mendominasi diri banyak orang.
Jika kamu merasa punya lima sifat di atas, segera buang jauh-jauh ya. Tentu kamu tidak ingin kan dicap sebagai seorang pengecut sejati?



