Tinggalkan Cara Manual, TK dan KB Aisyiyah Pekalongan Mulai Gunakan Aplikasi Keuangan Digital

muhammadiyahpekalongan.or.id | Sebanyak 153 Kepala Sekolah dan Bendahara TK/KB Aisyiyah se-Kabupaten Pekalongan resmi memulai transformasi digital melalui pelatihan manajemen keuangan berbasis aplikasi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kajen, Sabtu (25/4). Inovasi ini bertujuan menghapus sistem pencatatan manual yang selama ini dinilai kurang efektif dan rawan kesalahan teknis.
Ketua IGABA Kabupaten Pekalongan, Oktavia Novita, S. Pd. AUD, menjelaskan bahwa digitalisasi ini merupakan jawaban atas beban kerja guru yang sering kali merangkap tugas administratif. Dengan aplikasi keuangan sekolah TK KB, proses pelaporan diharapkan menjadi lebih sederhana namun tetap memiliki akurasi tinggi.
“Selama ini masih ada bendahara sekolah yang merangkap sebagai pengajar, sehingga program Pelatihan Manajemen Keuangan dan Pengelolaan Filantropis ini sangat penting, khususnya untuk PAUD,” tutur Novi, sapaan akrabnya. Ia menambahkan, penggunaan sistem ini akan memastikan laporan keuangan bersifat akuntabel, bukan sekadar mencatat debet dan kredit secara asal.
Efisiensi Sistem Paperless dan Virtual
Senada dengan hal tersebut, Majelis PAUD-DASMEN PDA Kabupaten Pekalongan, Sukayati, S. Pd, memberikan apresiasi atas langkah progresif IGABA. Ia menceritakan betapa rumitnya pengelolaan keuangan sebelumnya yang mengharuskan sekolah menyediakan banyak buku fisik, mulai dari buku SPP hingga buku tabungan.
“Harapannya, setelah menggunakan aplikasi, semua menjadi mudah, mencegah kekeliruan, akuntabilitas terjaga, dan dalam melakukan perencanaan dibuat sebaik mungkin agar tidak pincang,” tegas Sukayati.

Transformasi ke sistem laporan keuangan akuntabel ini didukung penuh oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan. Manager Lazismu, Sutiknyo, S. TP, mengungkapkan bahwa pihaknya mengembangkan aplikasi sederhana berbasis spreadsheets yang bersifat gratis untuk mendukung digitalisasi sekolah Aisyiyah.
Keamanan Data dan Laporan Layak Audit
Sutiknyo meyakini sistem ini menjadi solusi cerdas, terutama untuk wilayah yang rawan bencana. Penggunaan sistem digital akan mencegah hilangnya data penting akibat buku manual yang rusak atau hilang saat terjadi banjir.
“Kami membuat sistem untuk membantu mencatat sumber-sumber penerimaan. Aplikasi ini mudah dilihat karena paperless, cukup menggunakan HP,” jelas Sutiknyo. Selain laporan jurnal, ia juga mengembangkan kartu SPP Virtual yang membuat manajemen keuangan PAUD menjadi lebih modern dan siap menghadapi audit keuangan kapan saja.
Kontributor : Nanang



