Berita Persyarikatan

Ribuan Doa Iringi Pelepasan Jemaah Haji KBIH Miftahul Ulum Pekalongan 2026

muhammadiyahpekalongan.or.id | Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen dipenuhi keluarga dan pengiring yang menghadiri acara pelepasan 194 jemaah haji KBIH Miftahul Ulum Pekalongan pada Jumat (24/4). Selain melepas keberangkatan, kegiatan ini menjadi sarana motivasi bagi masyarakat setempat untuk menumbuhkan niat suci berhaji di masa mendatang.

​Ketua KBIH Miftahul Ulum Kabupaten Pekalongan, Ustad H. Imam Kamaludin, menegaskan komitmennya untuk mendampingi jemaah dengan pelayanan terbaik. Ia berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga hati selama berada di Tanah Suci.

​”Tahun ini kami melepas 194 jemaah haji reguler. Kami akan berupaya melayani dengan sebaik-baiknya, serta berpesan kepada seluruh jemaah agar senantiasa membersihkan niat semata-mata karena Allah SWT,” ujar Ustad H. Imam Kamaludin di hadapan para jemaah dan keluarga.

Drs. K.H. Mulyono

Tradisi Haji Kabupaten Pekalongan: Melatih Kemandirian

​Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. K.H. Mulyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola bimbingan yang diberikan. Menurutnya, kemandirian jemaah adalah kunci utama dalam menjalankan ibadah yang sah sesuai syariat.

Baca Juga  Terima Hibah dari Pemkab Pekalongan, Muhammadiyah Tegaskan Bukan Oposisi atau Partai Politik

​”Jumlah jemaah haji dari Kabupaten Pekalongan pada tahun ini mencapai 938 orang. Mereka merupakan orang-orang terpilih yang mendapat panggilan dari Allah SWT,” jelas K.H. Mulyono. Ia menambahkan bahwa ibadah haji adalah kehormatan besar yang harus dijaga dengan keikhlasan total.

​Harapan dan Dukungan Moral Keluarga

​Suasana haru memuncak saat perwakilan jemaah, Purwanto, menyampaikan pamit. Dukungan moral dari para pengiring dianggap sebagai penguat mental bagi para jemaah yang akan segera berangkat.

​”Kami mohon doa restu, semoga ibadah haji yang akan kami jalankan diberi kelancaran dan kemudahan,” kata Purwanto dengan suara bergetar.

​Menutup kegiatan tersebut, K.H. Mulyono memotivasi para pengiring agar tidak berkecil hati. Ia menceritakan kisah inspiratif pedagang kecil yang mampu berangkat haji berkat keteguhan niat dan tabungan selama bertahun-tahun. Hal ini sekaligus menjadi pengingat dalam tradisi haji Kabupaten Pekalongan bahwa panggilan Tuhan bisa datang kepada siapa saja yang berikhtiar.

Baca Juga  Wisuda Sekolah Tabligh PWM Jateng : Melahirkan 160 Dai Muda

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button