Berita Cabang - Ranting

Dr Aang Kunaepi PWM Jateng: Manusia Tidak Ada yang Ma’shum selain Nabi, Jangan Ekstrem Mengkultuskan Figur

muhammadiyahpekalongan.or.id | Menegakkan prinsip Islam wasathiyah (moderat) yang bebas dari belenggu pengkultusan individu menjadi esensi utama siraman rohani pada Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan. Di hadapan ribuan jamaah yang memadati halaman Masjid Al-Hikmah Pangkah, Kecamatan Karangdadap, Ahad (7/6), ditegaskan kembali bahwa menempatkan manusia di atas ketentuan syariat merupakan bentuk kekeliruan akidah yang dapat merusak tatanan berpikir umat.

Jamaah Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan

Dalam tausiyah Dr Aang Kunaepi PWM Jateng tersebut, beliau mengingatkan jamaah mengenai sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan umat Islam untuk menjauhi sikap berlebihan (ghuluw) dalam beragama. Menurutnya, sikap ekstrem tersebut sering kali muncul dalam berbagai bentuk, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun hubungan sosial di tengah masyarakat.

​”Jangan ekstrem dalam beragama dengan mengkultuskan tokoh. Ketika manusia ditempatkan terlalu tinggi, muncul anggapan bahwa apa pun yang disampaikan tokoh tersebut pasti benar. Padahal yang ma’shum (terjaga dari dosa) hanyalah para nabi. Kita harus tetap menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai ukuran kebenaran,” tegas Dr. Aang Kunaepi.

Baca Juga  Koperasi Batik Pekajangan Masuk Memori Kolektif Bangsa: Jejak Sejarah yang Diakui Nasional

​Beliau juga menyoroti fenomena budaya feodalisme religius yang kerap menutup ruang tabayun dan koreksi. Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, Dr. Aang mengajak jamaah untuk mengejar kebahagiaan sejati melalui empat instrumen makrifat: Ma’rifatun Nafs (mengenal diri sendiri), Ma’rifatullah (mengenal Allah), Ma’rifatuddunya (memahami hakikat dunia), dan Ma’rifatul Akhirah (meyakini kehidupan akhirat).

​Sentilan Zakat Mal dan Penguatan Infrastruktur Ranting

​Suasana rohani yang kuat pada Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Pekajangan putaran kedua ini juga diimbangi dengan pelaporan akuntabilitas keuangan organisasi. Ketua PRM Pangkah, Mubariyin, M.Pd., mengumumkan secara transparan bahwa seluruh infaq yang terkumpul pada hari itu akan dialokasikan penuh untuk membiayai proyek perluasan lahan TK ABA Pangkah.

​Namun, Mubariyin bersama Ketua PCM Pekajangan, Hadi Purwanto, M.Pd., memberikan catatan evaluasi penting mengenai neraca dana keumatan di Pekajangan. Sektor kurban dinilai melonjak drastis hingga menyentuh estimasi Rp2,5 Miliar pada Iduladha kali ini, tetapi kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat mal melalui Lazismu dinilai masih perlu digenjot agar tumbuh seimbang.

Baca Juga  Muhammadiyah Ranting Pekajangan Barat IV Gelar Musyawarah Ranting, Jalan Sehat dan Pembuatan Kartu Anggota Muhammadiyah

​Geliat Capaian Miliaran Rupiah Amal Usaha

​Di sisi lain, Hadi Purwanto memaparkan laporan perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Cabang Pekajangan yang mencatatkan pertumbuhan luar biasa berkat tingginya tingkat kepercayaan (trust) publik dan pemerintah.

​Tercatat, sektor pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah Pekajangan sukses mengamankan bantuan dana revitalisasi sekolah dengan total miliaran rupiah. Di antaranya adalah SD Muhammadiyah 1 Pekajangan sebesar Rp516 Juta, SD Muhammadiyah 4 Pekajangan senilai Rp903 Juta dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, serta SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan (SMUHI) sebesar Rp516 Juta.

​Akselerasi mutu juga ditunjukkan oleh International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan. Selain sukses menerbangkan banyak santrinya untuk melanjutkan studi internasional ke Mesir dan Turki pada tahun ini, IMBS kini tengah merampungkan pembangunan gedung asrama dua lantai (kapasitas 12 ruang kelas) yang turut disokong oleh anggota legislatif H. Sofwan Sumadi.

Baca Juga  Kebahagiaan yang Sempurna, Kehadiran Prof. Abdul Mu'ti Jadi Suntikan Semangat Warga Muhammadiyah Pekalongan

​Rangkaian pengajian lintas struktural ini ditutup dengan doa bersama. Jamaah membubarkan diri dengan membawa komitmen bersama untuk merawat cara beragama yang seimbang, moderat, sekaligus produktif dalam memajukan amal usaha persyarikatan.

Kontributor : Shofani

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button