Artikel

Allah “Menyapa” Kita karena Rindu

SPIRIT TAHAJUD (313) 1211Oleh Drs. H. Amat Sulaiman

🌻 SPIRIT TAHAJUD (313) 1211🌻

Allah “Menyapa” Kita karena Rindu

👉 Tak ada yang sulit atau susah bagi Allah SWT. Semuanya sangat mudah. Hanya kita saja yang malas, enggan meminta kepada Allah. Begitu pelitnya, sampai-sampai masalah yang kita hadapi pun, tak mau kita bagi dengan Allah. Kadang kita selalu berusaha menyelesaikan semua masalah sendirian, dan tidak mau berbagi dengan-Nya. 🌿

👉 Ketika kita punya banyak kesempatan dan peluang, kita pun berusaha sendirian mengejar ‘mimpi’. Karena kita merasa mampu dan kuasa. Seakan kita tidak membutuhkan pertolongan Allah. Kalaupun butuh, hanya seperlunya saja. Pada kondisi inilah, akhirnya Allah “menyapa” kita. Allah rindu sama kita. Allah kemudian menghidangkan ujian dan beragam kebutuhan untuk kita. Ujian dan kebutuhan itu dihidangkan, agar kita ingat dan semakin dekat serta meminta pertolongan kepada-Nya. Tapi, begitulah manusia. Entah di tengah-tengah musibah atau keperluan, kita lalai dan lupa. 🍀

✍ Sebagai contoh ada seorang pengusaha yang sedang membutuhkan proyek agar usahanya tetap berjalan dan bisa menggaji karyawannya. Dengan itu, seharusnya dia ingat kepada Allah, karena Allah-lah yang telah menghadirkan semua kebutuhan itu. Namun, pengetahuan kita terhadap Allah begitu lemah dan tipis. Apalagi keyakinan kita. Karena itu, kita tidak segera berlari menuju Allah. Sebaliknya, kita malah sibuk mendatangi manusia, relasi, pelanggan, dan lain sebagainya untuk melobi dan memaksimalkan semua pemasarannya. Sementara yang inti, yakni Allah, malah tak diingat kecuali hanya sedikit. ☘

Baca Juga  Perilaku Durhaka pada Orangtua

👉 Sampai-sampai, ketika kita lapar, juga tak menyadari bahwa yang memberi rasa lapar kepada kita itu adalah Allah. Mestinya dengan lapar, yang pertama kali kita ingat adalah Allah. Kita menyebut nama-Nya. Tapi apa daya, kita lebih ingat nasi goreng, nasi padang, nasi warteg, sehingga demikian itu yang kita sebut dan kita cari. Dengan sangat cerdas, kita tahu di mana orang yang menjual makanan yang kita inginkan itu. Setelah itu kita bergegas ke sana. Tapi Allah? Kita kayak nggak tahu, nggak kenal. Sebab kita nggak mendatangi dan menyebut nama-Nya. Bahkan ketika Allah memanggil kita dengan panggilan “wakil-wakil-Nya” di dunia ini, yakni muazin, kita tak bersegera mendatangi-Nya. 🌴

✍ Segala masalah dan kebutuhan pasti akan selalu ada. Sebab itu Allah juga ada. Bila kita mengingat Allah dalam setiap masalah dan keperluan, bersegeralah mendekat pada-Nya. Kenali Allah lebih dekat lagi. Saya suka berkata kepada diri sendiri. Ketika Allah menguji kita, menghadiahkan berbagai persoalan hidup, sebenarnya Allah rindu dengan kita. Kita diminta menyebut nama-Nya dengan sepenuh hati, bahwa hanya Dia yang bisa memberi pertolongan dan menyelesaikan semua masalah dan keperluan.🌷

👉 Bayangkan, bila Allah menutup semua pintu penyelesaian? Kita tidak punya solusinya. Ke mana kita akan mencari jawabannya? Walau punya uang hingga miliaran dan triliunan, tapi semua itu tak mampu menyelesaikan semua masalah. Kekayaan itu pun tak berarti apa-apa. Karena itu, mari bersegera mengingat Allah, mari lebih mendekat lagi kepada-Nya.

Baca Juga  Untuk Tanah Kelahiran : Doa dan Cinta Pemuda Muhammadiyah di Usia Kabupaten Pekalongan ke-403

👉 Saat sedih dan suntuk datang menghampirimu. Saat banyak dosa dan maksiat membuat sesak dadamu. Saat banyak hal yang dicita-citakan dan diinginkan tidak kunjung datang. Saat ada sesuatu yang sangat ditakutkan dan dikhawatirkan menghantuimu, maka bersimpuhlah di hadapan Al-Rahman (Dzat Maha Pengasih dan Penyayang). Tunjukkan kebutuhan dan kelemahanmu. Adukanlah berbagai keluh kesah dan hajatmu.

قَالَ اِنَّمَاۤ اَشۡكُوۡا بَثِّـىۡ وَحُزۡنِىۡۤ اِلَى اللّٰهِ وَاَعۡلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ‏

Dia (Yakub) menjawab, “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Yusuf: 86).

👉 Benar, kepada Allah semata engkau haturkan semuanya, bukan kepada seseorang-pun selain-Nya. Jika engkau melakukan itu dengan penuh perasaan yg dibutuhkan pasti Allah mendengar keluh kesahmu dan mengabulkan doamu sebagaimana telah dikabulkan doa-doa para nabi dan manusia pilihan terdahulu. 🌺

✍ Ketika Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam melaporkan kondisi tubuhnya yg penuh penyakit kepada Allah, Beliau berdoa,

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Anbiya’: 83). Maka Allah mendengarkan keluh kesahnya dan mengabulkan doanya serta menghilangkan penyakitnya.

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ

Baca Juga  Berbantah-bantahan di Akherat

“Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83)

✍ Lain lagi halnya dengan kisah Nabi Yunus ‘Alaihis Salam yang menyeru Tuhan-Nya, bermunajat kepada-Nya, dan menyampaikan keluh kesahnya saat ditimpa kesulitan. Beliau menyeru Allah,

فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87). Allah mendengarkan keluh kesahnya dan mengabulkan doanya serta menghilangkan kesulitannya,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya’: 88) 🙏

👉 Marilah kita renungkan bersama persoalan yang sedang kita hadapi saat ini. Berbagai cobaan, musibah, bencana yang tengah dirasakan masyarakat dan bangsa ini hendaknya menyadarkan kita semua untuk selalu lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat dan menyebut nama-Nya. Semoga Allah segera menghilangkan kesusahan dan kesulitan hidup yang kita alami saat ini. Aamiiin…. 🙏

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button