Tingkatkan Penghimpunan Qurban, Lazismu Kajen Pekalongan Gelar Rakorsus
PEKALONGAN – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan Kajen Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Program Qurban Tahun 1446 Hijriyah, pada Kamis, 8 Mei 2025, di SD Muhammadiyah Kajen, jalan Diponegoro No. 814, Sidokerti, Kajen, Pekalongan. Sejumlah 40 peserta dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Kajen hadir dalam kesempatan tersebut.
Kepala Kantor Layanan Lazismu Kajen, Isnadi, menyampaikan bahwa kegiatan rakorsus tersebut dilakukan untuk meningkatkan penghimpunan qurban di Kecamatan Kajen.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyatukan visi dan langkah Lazismu Kajen bersama PRM dan Masjid/Mushola penyelenggara Qurban 2025 agar lebih baik. Kita berkomitmen menerapkan manajemen satu atap. Setiap qurban di ranting atau masjid Muhammadiyah se-PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Kajen, dilaporkan dan dananya disetorkan lebih dahulu ke rekening Lazismu Kabupaten Pekalongan, sehingga tercatat seberapa besar nilai qurban di Kajen atau Pekalongan yang dipercayakan melalui Muhammadiyah”, tutur Isnadi.

Isnadi juga menginformasikan jika pada tahun 2024, nilai qurban yang dikelola oleh Muhammadiyah Kajen mencapai 1,5 milyar. Namun, karena tidak dilakukan pencatatan dan penyetoran dana terlebih dahulu ke Lazismu, sehingga tidak tercatat dalam laporan keuangan Lazismu.
Hal senada juga disampaikan Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, yang menekankan terkait pentingnya manajemen satu atap dalam penghimpunan program qurban dan program rendangmu.
“Program qurban freshmeat, atau yang langsung akan disembelih di masjid/mushola dilaporkan dan disetorkan dananya ke rekening Lazismu terlebih dahulu. Kami juga berharap, kita dapat menyukseskan program qurban rendangmu karena sudah terbukti lebih bermanfaat seperti untuk qurban bencana di seluruh wilayah Indonesia, bahkan juga untuk membantu warga Palestina. Dengan rendangmu, insya Allah, pahala qurban kita akan terus mengalir karena kebermanfaatannya jauh lebih besar dan berlangsung lama,” tutur Sutiknyo, yang juga sebagai Ketua Lembaga Kajian Halal Thoyiban Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan.

Para Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang hadir menyepakati dan berkomitmen untuk melaksanakan manajemen satu atap dan mensosialisasikan program rendangmu kepada warga dan jamaah masjid/mushola Muhammadiyah di rantingnya masing-masing. (adi/fakhrudin)



