“Bicara dari Hati”: SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Gelar Seminar Parenting Penuh Makna

muhammadiyahpekalongan.or.id , Pekalongan — Dalam upaya mempererat hubungan antara orang tua dan anak di tengah tantangan era digital, SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan (SMUHI) menggelar Seminar Parenting bertajuk “Bicara dari Hati, Mendengar dengan Cinta dan Do’a”, Jumat (21/11/2025), di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan.
Acara ini diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri dari siswa kelas X, XI, dan XII beserta orang tua mereka. Turut hadir jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, Ketua Hiasmama H. Rudi Effendi, S.H., Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, serta civitas akademika SMUHI.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, Amilah, S.Pi., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul bersama dalam suasana yang penuh kehangatan. Pendampingan terhadap anak bukan hanya tugas sekolah, tapi juga tanggung jawab bersama antara orang tua, guru, dan masyarakat,” ujarnya.
Amilah juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Terima kasih atas kerja sama dan partisipasi semua pihak. Semoga seminar ini membawa manfaat besar bagi siswa dan orang tua,” tambahnya.

Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, S.E., turut memberikan apresiasi atas kemajuan yang dicapai SMUHI, baik dari sisi fisik maupun program pembinaan karakter.
“Gedung SMUHI kini tampil lebih representatif dan nyaman. Namun yang lebih penting, kegiatan seperti ini sangat relevan di tengah tantangan zaman. Komunikasi antara anak dan orang tua kini makin renggang, padahal orang tua adalah kunci surga. Jangan sampai kita menyia-nyiakan mereka,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia sosial. “Komentar negatif bisa menjadi jejak digital yang tak terhapus. Sepuluh tahun ke depan, jejak itu bisa memengaruhi masa depan, termasuk saat melamar pekerjaan,” tegasnya.
Acara inti diisi oleh Dr. Adhitya Warman, MBA, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sekaligus alumni SMUHI. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak di era digital.
“Orang sukses bukan hanya yang cerdas, tapi mereka yang punya daya juang, dukungan keluarga, dan sekolah yang menumbuhkan passion,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa media sosial kini sering menjadi “guru” utama bagi anak-anak. “Orang tua harus hadir, menyimak, dan menjaga perhatian anak. Jika hati anak diperhatikan, maka mereka akan bicara dengan hati. Suara hati adalah pilihan,” tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab, seorang siswi bernama Gina bertanya tentang peluang kuliah di luar negeri. Dr. Adhitya pun memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.
“Dengan niat sungguh-sungguh, mencoba, dan berani melangkah, insyaAllah semuanya menjadi lebih mudah. Yang penting adalah kepatuhan dan komitmen,” jawabnya.
Seminar ditutup dengan sesi interaktif antara siswa dan orang tua, serta pembagian doorprize yang menambah semarak suasana. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, serta membangun kolaborasi positif dalam mendukung pendidikan karakter peserta didik.
Kontributor : Shofani



