Branding dan AI, Strategi Baru Amal Usaha Muhammadiyah Kajen untuk Publikasi Berkemajuan

muhammadiyahpekalongan.or.id KAJEN, 7 Februari 2026 – Lembaga Pustaka dan Informasi (LPI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kajen menggelar pelatihan strategis bertajuk “Branding ID Muhammadiyah dan Penulisan Berita Menggunakan Artificial Intelligence (AI)” di Gedung E SMK Muhammadiyah Kajen.
Pelatihan ini diikuti perwakilan dari 23 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan PCM Kajen, terdiri dari 20 lembaga pendidikan mulai TK hingga SMA/SMK, serta 3 lembaga non-pendidikan di sektor keuangan dan kesehatan.
Tujuan utama kegiatan adalah memperkuat identitas visual melalui standarisasi Branding ID Muhammadiyah yang konsisten, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat produksi konten berita yang akurat, menarik, dan relevan dengan tren informasi saat ini.
Wakil Sekretaris PCM Kajen, Agung Dwi Hanggoro, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi informasi bagi seluruh elemen persyarikatan.
“Kegiatan ini untuk mendorong AUM, Ortom, dan ranting agar bisa memasifkan syiar dakwah Muhammadiyah, khususnya di lingkungan PCM Kajen melalui situs web resmi,” ujarnya.
Agung menambahkan, keberhasilan pelatihan akan diukur dari keaktifan peserta dalam mengelola kanal informasi digital masing-masing.
“Harapannya, ranting, AUM, dan ortom bisa menjadi kontributor di website resmi PCM Kajen sehingga informasi dapat diakses secara real-time oleh warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum,” imbuhnya.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Imam Setiobudi. Ia menekankan bahwa penggunaan AI dalam penulisan berita harus tetap dikendalikan oleh manusia.
“AI hanyalah asisten pintar. Peran manusia sangat penting agar berita sesuai fakta di lapangan. Jangan sampai berita yang kita buat merupakan khayalan dari AI,” tegas Imam.
Selain itu, peserta dibekali materi teknis mengenai panduan penggunaan logo dan warna institusi agar tercipta citra visual profesional, struktur berita yang benar, serta kode etik jurnalistik. Peserta juga mempraktikkan penggunaan AI untuk mengolah data mentah menjadi narasi berita siap publikasi, kemudian mempresentasikan hasilnya.
Salah satu peserta, Rasono, mengaku senang dengan materi yang diberikan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk publikasi dan meningkatkan branding AUM. Kami merasa terbantu dengan adanya praktik langsung penulisan berita menggunakan AI,” ungkapnya.



