Pererat Ukhuwah di Masjid Al Falah, Halalbihalal Wonokerto Jadi Sarana Pemulihan Hubungan Antarwarga

muhammadiyahpekalongan.or.id | WONOKERTO, PEKALONGAN – Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi, warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Wonokerto menyelenggarakan Pengajian Silaturahim dan Halalbihalal di Masjid Al Falah, Wonokerto Kulon. Mengusung tema “Halal Bi Halal dalam Pandangan Islam: Nilai Spiritual dan Sosialnya”, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk merajut kembali keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Ustadz Dr. H. Ali Trigiatno, M.Ag., selaku Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, memaparkan secara mendalam bahwa Halalbihalal bukan sekadar tradisi budaya, melainkan sarana ibadah dengan nilai sosial yang sangat tinggi dalam Islam.
Memperbaiki Hubungan, Menebar Maaf
Ustadz Ali Trigiatno menegaskan bahwa tujuan utama Halalbihalal adalah saling menghalalkan, terutama bagi mereka yang mungkin memiliki hubungan kurang harmonis. Momentum Syawal ini menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki komunikasi dan memastikan hubungan sosial ke depan menjadi jauh lebih baik.
”Halalbihalal bertujuan untuk memperbaiki dan menjaga hubungan agar harmonis. Dosa yang berkaitan dengan sesama manusia (ḥablum minannās) adalah perkara yang sangat berat, terlebih jika dampaknya merugikan kepentingan umum. Islam mengajarkan kita untuk segera memaafkan dan berlapang dada demi meraih rida Allah,” paparnya.
6 Langkah Halalbihalal Efektif
Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan tuntunan praktis agar prosesi saling memaafkan memiliki makna yang dalam:
Ikrar Ketulusan: Menyatakan permohonan maaf dengan tulus, baik secara pribadi maupun publik.
Keterbukaan Hati: Memberikan maaf kepada pihak yang bersalah tanpa syarat.
Simbol Ukhuwah: Bersalaman sebagai simbol saling menerima dan memaafkan.
Kesadaran Diri: Menyampaikan permohonan maaf dengan jelas serta menyadari kesalahan yang dilakukan.
Kesepakatan Damai: Saling memaafkan antara kedua belah pihak hingga tuntas.
Budaya Memberi: Membawa hadiah sebagai bentuk kasih sayang dan mempererat hubungan, sesuai sunnah Rasulullah ﷺ: “Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai” (HR. Bukhari).

Penguatan Ukhuwah Islamiyah
Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng tersebut juga mengingatkan kembali urgensi memaafkan melalui QS. An-Nur: 22 dan QS. Ali Imran: 133-134, yang menekankan bahwa orang bertakwa adalah mereka yang mampu menahan amarah dan memberikan maaf bagi orang lain.
Kegiatan di Masjid Al Falah ini berlangsung dengan khusyuk dan penuh kebersamaan. Doa bersama yang dipanjatkan di akhir acara menjadi penutup yang menyentuh, memohon agar keberkahan dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Wonokerto semakin erat dan kokoh.



