Berita AUM

Kyai Salim Jufri Ungkap 5 Rahasia Mengapa Muhammadiyah Tetap Kokoh dan Relevan Melintasi Zaman

muhammadiyahpekalongan.or.id | PEKAJANGAN, PEKALONGAN – Ketangguhan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah yang telah berusia lebih dari satu abad bukan terjadi secara kebetulan. Ada pilar-pilar kokoh yang menjaga organisasi ini tetap eksis dan relevan di setiap zaman. Hal tersebut dibedah secara mendalam oleh tokoh senior Muhammadiyah, Drs. K.H. Salim Jufri, M.Pd., dalam Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jumat (17/4/2026).

​Di hadapan jajaran dosen dan tenaga kependidikan di Aula Lantai 7 Gedung Rektorat, Kyai Salim memaparkan sedikitnya lima pilar utama yang menjadi “resep” ketangguhan Muhammadiyah:

  1. Keteguhan pada Prinsip: Muhammadiyah selalu menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai kompas tunggal dalam setiap langkah pergerakannya.
  2. Kedekatan Sosial: Konsistensi dalam melayani umat melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan dan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
  3. Sikap Kooperatif: Membangun hubungan yang harmonis dan proaktif dengan pemerintah guna berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
  4. Integritas Kepemimpinan: Kemampuan melahirkan pemimpin yang tulus dan ikhlas dalam berkhidmat tanpa mencari keuntungan pribadi.
  5. Kedermawanan Kolektif: Kekuatan basis warga yang memiliki etos gemar berinfak dan bersedekah secara berjamaah.
Baca Juga  Dorong Kelola Infaq untuk Program Beasiswa, SMK Muhammadiyah Kedungwuni Studi ke Lazismu
Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)

​Pembekalan Fikih Haji Kontemporer

Selain penguatan ideologi, agenda rutin ini dirangkaikan dengan seremoni pelepasan calon jemaah haji dari lingkungan internal UMPP. Menanggapi pergeseran dinamika ibadah haji saat ini, Kyai Salim memberikan edukasi mengenai prinsip kemudahan dalam syariat melalui tiga istilah krusial:

​Murur: Skema melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus demi keselamatan jemaah.

​Tanazul: Pengajuan perpindahan kloter dalam kondisi darurat atau kesehatan.

​Dam: Tata cara penyembelihan hewan sebagai bagian dari rukun atau denda haji.

 

​Pesan bagi Calon Haji

Kyai Salim menitipkan pesan bagi para calon jemaah agar senantiasa menjaga lisan dan kedisiplinan selama di Tanah Suci. “Jemaah harus sangat berhati-hati dalam menjaga hati dan berbuat. Disiplin adalah kunci kemabruran, baik disiplin ibadah maupun kepatuhan kepada instruksi rombongan,” tegasnya.

​Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para calon jemaah haji UMPP agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Baca Juga  Lazismu Kabupaten Pekalongan Sampaikan Hasil Rakorsus Lazismu se-Jawa Tengah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button