Berita Cabang - Ranting

Filosofi Shafa dan Marwah: Kunci Melahirkan Generasi ‘Zamzam’ di Pengajian PCM Pekajangan

muhammadiyahpekalongan.or.id | ​Ustaz Dr. (Cand) KH. Mohammad Fahrurrozi, M.Pd., membedah mendalam filosofi perjuangan Siti Hajar dalam Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan di PRM Podo, Minggu (3/5). Di hadapan 2.000 jemaah, Mudir Trensains Sragen ini menekankan bahwa setiap amal yang dimulai dengan kejernihan hati (Shafa) dan usaha sungguh-sungguh (Marwah) akan membuahkan keberkahan (Zamzam) bagi keluarga dan masa depan.

​Dalam tausiyahnya di Masjid Al Ihsan Podo, Ustaz Fahrurrozi menjelaskan bahwa filosofi Shafa dan Marwah dalam beramal bukan sekadar ritual fisik. Shafa melambangkan ketulusan niat, sementara Marwah adalah representasi dari ikhtiar yang tidak mengenal putus asa.

​”Jika kita mendidik anak dengan niat yang jernih dan usaha yang total, insya Allah akan lahir ‘Zamzam’ atau generasi saleh yang membawa keberkahan. Jangan pernah takut berkorban untuk pendidikan dan perkaderan mereka,” pesan Ustaz Fahrurrozi di hadapan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang memadati lokasi.

Baca Juga  Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Salurkan Bantuan Peduli Bencana Banjir

​Menghadirkan Rasa dalam Setiap Ibadah

​Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa manusia seringkali terjebak dalam ibadah yang bersifat seremonial. Menurutnya, hakikat amal jariyah yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu menghadirkan rasa dalam setiap bacaan salat dan aktivitas harian.

​”Bukan sekadar ritual, tapi hadirkan rasa. Seperti pohon yang baik dalam Al-Qur’an, amal kita harus memiliki akar yang kuat di hati (Shafa) agar buahnya terus memberikan manfaat bagi sesama,” tambahnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menyadari bahwa tubuh adalah titipan Allah, di mana munculnya uban (syaibun) menjadi sinyal agar manusia segera memperbaiki diri.

​Sinergi Pekajangan sebagai Cabang Percontohan

​Kemeriahan pengajian ini juga menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi di lingkungan PCM Pekajangan. Perwakilan PCM Pekajangan, Luqman Hakim, S.Pd., menyebutkan bahwa sinergi antara 16 ranting telah membuat pengajian ini berkembang pesat dari ratusan hingga ribuan jemaah.

Baca Juga  IMBS Miftahul Ulum Pekajangan: Pesantren Modern Tempat Lahirnya Kader Unggul Bidang Kesehatan

​”Pekajangan sejak 1922 telah dicanangkan sebagai cabang percontohan. Kolaborasi dan sinergi ini harus selalu ada di dalam hati, saling membantu dan melengkapi antara Cabang dan Ranting,” ujar Luqman.

​Ketua PRM Podo, Abdul Rozak, turut menyampaikan terima kasih atas antusiasme jemaah. Selain sebagai sarana menuntut ilmu, momentum ini juga digunakan untuk menggalang dukungan pembangunan Masjid Villa Asri Berlian sebagai pusat dakwah baru di Desa Podo. Melalui tausiyah Ustadz Fahrurrozi ini, diharapkan warga semakin termotivasi untuk mempersiapkan bekal amalan terbaik untuk masa depan akhirat.

Kontributor : shofani

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button