Spirit Berbagi Menggema di Pekajangan, Lazismu Himpun Ratusan Hewan Qurban Senilai Lebih dari Rp2,1 Miliar

muhammadiyahpekalongan.or.id | Gerakan sosial-kemanusiaan warga Muhammadiyah di tingkat akar rumput terbukti kian solid dan berdampak luas. Di bawah koordinasi taktis Lazismu KL Pekajangan pada musim qurban 1447 H / 2026 M, akumulasi donasi yang terkumpul berhasil mencetak rekor baru, memantapkan langkah persyarikatan dalam upaya pemerataan gizi dan syiar dakwah di masyarakat bawah.
Berdasarkan data resmi Freshmeet Qurban 2026 yang dirilis di Kedungwuni (27/5), total akumulasi nilai investasi penghimpunan qurban Lazismu Pekajangan 2026 sukses menembus angka fantastis Rp2.191.916.000. Dana kemanusiaan tersebut dikonversi dalam bentuk kepedulian riil sebanyak 104 ekor sapi dan 59 ekor kambing.
Ketua Lazismu KL Pekajangan, Hamdan Masduki, menyampaikan bahwa lonjakan angka ini menjadi indikator kuat atas kian tebalnya rasa kepercayaan (trust) publik dan penguatan kultur filantropi di Pekajangan dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi amanah besar bagi Lazismu untuk terus menghadirkan program qurban yang profesional, transparan, dan tepat sasaran. Penghimpunan ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan dakwah kemanusiaan yang tumbuh subur di tengah warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum,” ungkap Hamdan Masduki.
Peta Kedermawanan Ranting dan Sekolah
Kekuatan lumbung qurban tahun ini ditopang secara masif oleh jejaring Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). PRM Ambokembang mencatatkan diri sebagai wilayah penopang terbesar dengan total nilai qurban mencapai Rp469.400.000, yang dihimpun dari 10 masjid dan mushola setempat.
Posisi berikutnya ditempati oleh PRM Pekajangan Barat 2 dengan perolehan Rp295.600.000—termasuk sektor qurban individu yang menyentuh Rp168 Juta—serta PRM Pangkah yang menyumbang sebesar Rp280.800.000. Jaringan Ranting lainnya seperti PRM Tangkil Tengah (Rp159,5 Juta) dan PRM Podo (Rp126 Juta) juga menunjukkan grafik kelayakan sosial yang luar biasa.
Tidak ketinggalan, pilar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan organisasi otonom (ortom) ikut ambil bagian sebagai instrumen pendidikan karakter siswa. Sekolah-sekolah dari tingkat PAUD Aisyiyah Terpadu Tangkil Tengah, jejaring SD Muhammadiyah (SDM 1, SDM 3, dan SDM Ambokembang), SMP Muhammadiyah Pekajangan, SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, hingga PCPM Pekajangan sukses menggalang dana qurban internal terpisah demi mengasah kepekaan sosial peserta didik sejak dini.
Kontributor : Shofani



