Berita Cabang - Ranting

Ranting Itu Penting! Usai 16 Tahun, Muhammadiyah Siwalan Resmi Mekarkan PRM Mejasem dan Pait

muhammadiyahpekalongan.or.id | ​PEKALONGAN – “Ranting itu penting, cabang berkembang.” Diktum ideologis tersebut digaungkan kembali guna menandai babak baru pergerakan persyarikatan di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan. Kehadiran jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah  (PCM) Siwalan Pekalongan dalam melantik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mejasem dan PRM Pait menjadi jawaban atas penantian panjang selama 16 tahun akan hadirnya pemekaran wilayah dakwah baru, Selasa (21/7/2026).

​Prosesi bersejarah yang dipusatkan di Gedung TPQ Al-Himmah Tunjungsari ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Pelantikan PRM Muhammadiyah Siwalan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PCM Siwalan, Drs. Sapuan, yang didahului dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCM Siwalan, In’amullah, S.E.

​Sederet tokoh penting tampak hadir menyaksikan momentum bersejarah ini, di antaranya jajaran pimpinan PCM dan PCA Siwalan, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, unsur Organisasi Otonom (Ortom), hingga Kepala Desa Tunjungsari beserta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga  Spirit Berbagi Menggema di Pekajangan, Lazismu Himpun Ratusan Hewan Qurban Senilai Lebih dari Rp2,1 Miliar

​Ibarat Biji yang Akhirnya Bertunas

​Ketua PCM Siwalan, Drs. Sapuan, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya dalam sambutan pembuka. Ia mengibaratkan pemekaran ranting Muhammadiyah di wilayahnya seperti benih unggul yang membutuhkan proses panjang untuk menyembulkan tunas baru ke permukaan.

​”Ranting itu penting, cabang berkembang. Setelah menanti selama 16 tahun, akhirnya Cabang Siwalan memiliki ranting baru. Ibarat sebuah biji, setelah 16 tahun lamanya terendam, hari ini akhirnya tumbuh tunas baru yang siap membendung dakwah berkemajuan,” ungkap Sapuan disambut tepuk tangan para hadirin.

Ranting Sebagai Ujung Tombak dan Ujung Tombok

​Sementara itu,  PDM Kabupaten Pekalongan, H. Mardi Rahardjo, memberikan pengarahan mendalam mengenai orientasi keorganisasian. Ia mengingatkan bahwa menjadi pimpinan di tingkat ranting membutuhkan keikhlasan yang ekstra tinggi.

​”Muhammadiyah itu harus menggembirakan. Ingat, ranting adalah ujung tombak sekaligus ‘ujung tombok’ persyarikatan. Maka, Pimpinan Ranting yang baru dilantik harus terus bergerak dan rajin berkumpul menyusun agenda nyata,” tegas Mardi Rahardjo.

Baca Juga  Dorong Kelola Infaq untuk Program Beasiswa, SMK Muhammadiyah Kedungwuni Studi ke Lazismu

​Ia juga menekankan fungsi taktis keberadaan PRM Mejasem dan PRM Pait di tengah pluralitas masyarakat desa. Menurutnya, kader Muhammadiyah di tingkat akar rumput harus mampu meredam potensi konflik dengan ormas keagamaan lain melalui pendekatan yang inklusif, humanis, dan persuasif.

​”Tugas mendesak pengurus baru adalah menyiapkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial yang memberi kemanfaatan langsung bagi warga sekitar tanpa memandang latar belakang,” tambahnya.

​Melalui pelantikan dua ranting baru ini, keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan optimistis bahwa pilar dakwah di Kecamatan Siwalan akan makin bertumbuh secara maju, profesional, modern, serta menjadi pemancar kemaslahatan bagi seluruh lapisan umat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button